Stylus Faber Castle Solusi Belajar Online Yang Asyik

Sudah setahun lebih anak-anak belajar online secara mandiri alias PJJ (pembelajaran jarak jauh) di rumah. Dari yang awalnya aneh, misuh-misuh, sampai sekarang jadi hal yang biasa aja. Tapi walaupun judulnya online, gak perlu buru-buru berangkat ke sekolah, bisa duduk dimana aja dengna gaya apapun, bisa lanjut buka gadget atau laptop, langsung bisa belajar, tanpa repot, ternyata membawa permasalahan tersendiri, gak cuma bagi orangtua, siswa bahkan juga guru. Lalu bagaimana solusinya?

Hybrid Learning = Solusi atau Inovasi?

Bulan lalu saya membaca sebuah berita bahwa mulai bulan Juli 2021 ini Mendikbud akan mulai memberlakukan kembali PTM (Pembelajaran Tatap Muka) hybrid learning untuk siswa. Langsung saya panik dong? Tentunya berita ini muncul sebelum ada kabar tentang angka kasus baru harian Covid-19 di Indonesia meningkat ya. Dan alasan pemerintah mengambil keputusan tersebut karena PJJ telah membawa dampak buruk bagi perkembangan mental siswa.

Saya panik, karena bagi saya keadaan belum membaik, kenapa pemerintah ambil keputusan seperti itu ya? Apakah tidak alangkah baiknya masih PJJ saja ya? Ya memang hybrid learning ini adalah kombinasi antara PJJ dan PTM, alias belum 100% PTM. Jadi PTM tetap dilaksanakan jika ada surat persetujuan dari para wali murid. Tapi tetap saja saya panik sih, karena rata-rata orangtua di sekolah anak saya hampir 80% setuju untuk diadakan tatap muka sih. Ya alasannya simple sih, karena mereka repot, gak ada akses internet, karena mereka bekerja kantoran gak bisa memantau anaknya 24 jam, dsb

Keputusan tersebut tentu sempat jadi pembahasan yang cukup mengundang tanda tanya antara saya dan suami, apakah keputusan pemerintah ini sudah dipikirkan masak-masak ya? 🙂

Webinar Tentang PJJ dan PTM

Diantara kegalauan saya, kebetulan sekali hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2021 saya mendapat undangan webinar dari faber Castle, yang membahas soal Refleksi Pendidikan Indonesia : Antara PJJ dan PTM. Langsung dong saya konfirmasi hadir, karena memang materi ini yang saya butuhkan banget! 🙂 

Nara sumbernya adalah Saufi Sauniawati S.S, seorang Praktisi & Pengamat Pendidikan. Christian Herawan, Product Manager Faber-Castell. Dan juga Andri Kurniawan, PR Manager Faber Castle.

Stylus faber Castle

Webinar kali ini banyak membahas bagaimana permasalahan yang ada mengenai keberlangsungan PJJ ini. Baik dari sisi guru, siswa, maupun juga guru. Serta solusinya apa? 

Baik akan saya jelaskan detail di bawah ya.

Kendala KBM Online

Bu Saufi mengatakan bahwa sistem PJJ ini ternyata membawa banyak polemik, mungkin yang tinggal di daerah perkotaan tidak sebanyak masalah yang dialami di pelosok atau pedesaan. 

Lalu apa saja kendalanya?

  • Kesulitan akses internet
  • Fasilitas gadget yang dimiliki siswa tidak sama
  • Masih banyak siswa yang hanya punya handphone biasa yang tidak mendukung belajar online
  • keterbatasan kuota internet
  • beban biaya yang memberatkan 
  • makin boros karena orangtua harus rutin isi kuota tiap bulan
  • materi setiap pelajaran kurang dapat dicerna
  • Komunikasi antara siswa dengan guru terbatas jarak

Sehingga dampaknya terhadap anak :

  • Siswa kesulitan untuk menangkap isi materi tiap pelajaran
  • Pengawasan lemah bila belajar online di rumah

Dampaknya ini sepertinya hampir dirasakan hanya orangtua dan siswa di daerah pelosok saja, tapi juga di semua daerah. 

Kendala Belajar Online
Kendala Belajar Online

Tingkatan Problema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)

Sebenarnya sih permasalahan dalam pendidikan itu sudah ada, bahkan sejak tahun 1990 juga lembaga pendidikan di Indonesia sudah mengandalkan teknologi komputer sebagai metode pengajaran dan pembelajaran, hanya saja belum bisa diimplementasikan di semua daerah, karena terbatasnya perangkat dan juga jaringan.

Kemudian seiring berjalannya waktu, kelas online mulai tumbuh, ada perangkat, jaringan, tapi metodenya belum siap. Karena dipicu oleh berbagai latar belakang, seperti usia, penghasilan, ekonomi dan teknologi.

Dan yang terakhir, selain perangkat, jaringan, metode, dan juga motivasi. Karena belajar online di rumah, konsentrasi anak-anak yang berpikir di rumah itu fungsinya untuk bermain dan istirahat, jadi belajar di rumah menjadi tidak fokus.

Problematika PJJ

Identifikasi Masalah dalam PJJ

Yuk mari kita bahas masalah dari berbagai sisi ya; guru, siswa dan orangtua.

SISWA

Anak-anak tidak ada motivasi belajar, tidak ada yang menjadi kompetitornya dalam belajar, hanya sendiri, jadi tugas yang diberikan terasa berat, karena berbeda antara tujuan pengajar dan orangtua.

Kemampuan anak menggunakan smartphone juga masih minim. Siapa yang bilang semua anak-anak itu bisa menggunakan smartphone dengan baik? Hohoo tidak semua. Karena saya merasakan sendiri, si Narend itu piawai dengan gadgetnya ya baru-baru ini saja karena pandemi. Biasanya dia tidak terlalu antusias dnegan gadget.

Anak-anak juga jadi lebih banyak bermain games di gadgetnya saat belajar online. Karena paradigma gak sekolah = libur, masih tertanam di benak anak-anak. 

Kurang sosialisasi jadi membuat pembelajaran terasa berat.

Lalu pembelajarannya juga monoton, jadi anak-anak gak ada motivasi belajar. Tiap hari mengalami hal yang sama 🙁

ORANGTUA

Oke dari sisi orangtua juga ada. Dari berbagai latar belajang dan ekonomi keluarga menambah kompleksnya drama PJJ 😀

Pertama, soal kesiapan fasilitas, belum tahu secara rinci platform dan troubleshooting, perilaku anak, perbeeaan pola target pembelajaran antara guru dan orangtua, belum menjadi motivator. Anak-anak jadi tidak disiplin belajar, padahal waktu yang dimiliki oleh orangtua terbatas. Sebentar-sebentar harus memantau keadaan anaknya, apakah masih stay di depan meja belajar, atau malah udah tidur-tiduran di kasur dan gak belajar? 🙂

GURU

Guru juga mengalami kendala, saya dengar sendiri dari gurunya Narend soal PJJ ini 🙂

Pertama, pola pemberian materinya ini bagaimana? Platform apa yang akan dipakai? Dulu waktu awal-awal sempat bingung, platform apa yang akan dipakai. Para orangtua dan guru sempat voting waktu itu. Dan akhirnya terciptalah seuah keputusan bahwa anak-anak belajar menggunakan aplikasi Google Meet, Google Hangout, dan Google Classroom. Khusus untuk pelajaran PJOK semua tugas disubmit melalui Google Drive (karena semua file berupa video praktek).

Apalagi dengan berbagai latar belakang dan usia guru, masih banyak guru yang belum memahami soal trouble shootingnya, bagaimana menciptakan bonding antara guru dan anak hanya dengan video call saja, kreativitas guru juga diuji supaya anak tidak bosan, dsb.

Tapi seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi hal yang biasa. Tapi tetap saja, itu masih merupakan masalah yang belum terselesaikan.

Bagaimana Dengan Indikator Nilai Siswa?

Kalau belajarnya dengan kondisi yang sama, terkadang masih dibantu oleh orangtuanya, bagaimana dengan standard nilai anak-anak? 🙂 Menjadi masalah baru untuk guru, karena setiap penilaian ada standard prosesnya.

Faber Castle

Bagaimana Peran Orangtua, Guru, Siswa

Orangtua bisa menjadi pembimbing, fasilitator, pengawas dan juga motivator. 

Guru terutama wali kelas bisa menjadi guru pamong, pengawas, guru dan juga motivator.

Serta siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, inovatif, inquiry dan juga bisa berkomunikasi dengan baik.

Dampak Positif Pandemi Terhadap Dunia Pendidikan

PJJ tidak melulu bicara soal dampak negatif, ada juga dampak positifnya, apa sajakah itu? Yaitu pengembangan karakter, kreatif, pendidikan dan juga dari sisi orangtua.

Hybrid Learning

Kalian sudah tahu bahwa per Juli 2021 besok pemerintah menetapkan keputusan bahwa akan dilakukan pendidikan tatap muka terbatas? Tapi tentunya melalui beberapa syarat seperti :

  • Sekolah yang divaksin wajib membuka kelas tatap muka terbatas
  • Pembelajaran tatap muka terbatas yaitu kombinasi antara tatap muka dan juga PJJ
  • PJJ ada pembatasan sebanyak 50% dai jumlah siswa per kelas. 
  • Orangtua bisa memilih anaknya melakukan tatap muka terbatas atau masih PJJ
  • Wajib mematuhi protokol kesehatan

Hal-hal Yang Disiapkan Orangtua

Apa aja yang harus disiapkan dari sisi orangtua?

  1. kita mulai mencari tahu aturan tatap muka terbatas bagaimana yang diterapkan di sekolah anak kita
  2. Mulai disiplinkan kembali jam tidur dan jam bangun anak 
  3. Orangtua masih tetao harus mengawasi PJJ dan tetap memfasilitasi kebutuhan PJJ dengan lebih cermat dan cerdik.
  4. Mengajarkan protokol kesehatan kepada anak untuk jangan minta makanan atau minuman dengan temannya, jangan berpelukan, jangan juga bergantian masker.
  5. Mulai mengurangi main game, mulai memberikan kegiatan after school activity offline.

Sistem Pembelajaran : Harian, Praktek dan Ujian

Sistem pembelajaran online yang Narend alami sekarang tidak jauh berbeda dengan sistem pembelajaran sekolah anak lainnya. Mulai dari tugas harian, praktek dan juga ujian.

Untuk tugas harian semua pekerjaan dilakukan dengan mengerjakan tugas yang ada di buku paketnya, menjawabnya di buku tulis dan ditulis ulang.

Untuk tugas praktek, biasanya dilakukan dengan rekam video. Tugas praktek ini untuk mata pelajaran bahasa indonesia (membaca), PJOK atau juga agama islam (membaca Iqro). Atau tugas praktek lainnya, misalnya membuat sebuah prakarya, setelah dibuat, hasilnya difoto lalu dikirim menggunakan Whatsapp.

Sedangkan untuk ujian (semester), dilakukan menggunakan Google Form. Jadi si anak menjawab soal ujian menggunakan aplikasi. Khusus untuk ujian akhir, Narend menggunakan lembar soal yang nantinya dikerjakan langsung di lembar soal tersebut.

Soal Ujian PJJ
Soal Ujian PJJ

Terkadang dapat soal seperti ini suka bingung, soalnya ini gak bisa langsung dikerjakan, jadi cara yang paling simple adalah dengan soalnya diprint terlebih dahulu, lalu diisi menggunakan pensil (manual), lalu hasilnya kemudian difoto, lalu dikirim via whatsapp.

Sungguh ribet! 🙁 

Karena gak setiap saat saya bisa ke tukang fotokopi cuma buat ngeprint aja, karena di rumah saya gak punya printer, jujur aja punya sih printer, tapi tintanya udah kering, dan gak bisa ngeprint dengan optimal. Printer model jadoel.

Plus soal waktu juga, untungnya sih sekarang suami lagi WFH, jadi bisa dimintai tolong, kalau gak ada, saya gak bisa keluar, gak punya motor juga, jadi repot 🙁

Paket Belajar Online Faber Castle

Untunglah sekarang sudah ada Paket Belajar Online dari Faber Castle. Untuk paket belajar ini sudah mendapatkan :

  • 1 buah serutan
  • 1 buah penghapus pensil
  • 1 buah stylus
  • 1 buah pensil 2B
  • 1 buah pensil case

Lengkap ya, jadi anak bisa langsung belajar online.

Harganya 20-30ribuan.

Paket Belajar Online Faber Castle
Paket Belajar Online Faber Castle

Stylus Penyelamatku!

Dan yang bikin saya happy, di dalam paket belajar ini ada stylusnya. Jujur aja ini jadi penyelamat banget, bukan hanya dari sisi anak, tapi juga orangtua. Jadi hemat waktu, hemat biaya juga. Terima soal bisa langsung dikerjakan melalui aplikasi. Gak perlu lagi ngeprint, foto, and kirim ke google classroom atau google drive atau WA

Sytlus Faber Castle

Cara Penggunaan Stylus Faber Castle

Cara penggunaannya juga mudah banget si, 

Saat saya memperkenalkan stylus ini ke Narend, dia happy banget! 🙂 Baginya belajar online jadi hal yang menyenangkan katanya 🙂

Belajar Online dengan Stylus Faber Castle

Belajar Online Jadi Menyenangkan

Karend Narend sekarang sedang giat-giatnya memggambar desain menggunakan Canva dan coluring, jadi ada stylus ini jadi memudahkan katanya 🙂

Stylus Faber Castle
Stylus Faber Castle

Stylus Jadi Multifungsi

Ohya, stylus ini gak hanya bisa dipakai untuk anak-anak, tapi orangtuanya juga bisa lho. Kelebihan stylus ini :

  1. Bisa dipakai untuk menulis, tanda tangan, colouring, dan scroll halaman di smartphone. Penting banget nih, kita bisa langsung sign in surat atau form yang harus dilengkapi.

2. Stylus bisa dipakai di semua merk smart phone

3. Ujung stylus ini lembut jadi gak merusak layar smartphone kita

Beli Dimana?

Tersedia di beberapa e-commerce (Shopee, Lazada atau Tokopedia).

Stylus Faber Castle - Tanda Tangan Digital
Ujung stylus sangat lembut

Finally tibalah di akhir tulisan saya.  Honestyly saya senang sekali ikutan webinar bersama Faber Castle kemarin, karena materiya benar-benar relate banget dengan apa yang saya alami saat ini. Karena ternyata bukan saya aja yang mengalaminya, tapi seluruh orangtua yang ada, mengalami hal yang sama, yeah, I’m not alone 🙂

Dari webinar tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa, setidaknya walaupun belajarnya online, anak-anak masih belajar di rumah aja, kita sebagai orangtua wajib banget memfasilitasi mereka, setidaknya walaupun tidak ada smartphone yang high-end, tapi kita bisa memfasilitasinya dengan berabagai peralatan dan perlengkapan yang memadai untuk belajar onlinenya seperti paket belajar dari faber castle ini. Nah, selanjutnya tinggal perbanyak sabar aja deh untuk para orangtua, dan sebisa mungkin kita juga belajar menjadi motivator bagi mereka, supaya belajar onlinenya juga menjadi moment yang mengasyikan bagi mereka. Karena masa ini bisa saja tidak akan terulang kembali 🙂

Untuk info lengkapnya, kalian bisa websitenya faber castle di www.faber-castle.co.id ya.

Semoga bermanfaat! 🙂

38 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *