Hai semuanya. Kali ini saya mau bahas soal vaksin nih, kenapa harus vaksin, khususnya untuk anak-anak ya, apa dampaknya kalau tidak divaksin, pokoknya 101 kupas tuntas soal vaksin deh. Ohya btw, ada gak disini yang anaknya belum divaksin, bahkan sejak lahir? š Jangan salah, beneran ada lho, bahkan menolak diberikan vaksin. Padahal ya, vaksin itu salah satu cara agar tubuh kebal terhadap suatu penyakit dan vaksin itu vaksin bekerja dengan meningkatkan respons sistem kekebalan tubuh secara alami.
Sebelumnya saya mau bahas mitos dan fakta dulu ya seputar vaksin.Ā
Mitos : Lebih baik terinfeksi alami daripada mendapat kekebalan melalui vaksinasi
Fakta : Banyak sekali penyakit yang kita tidak ketahui, dan penyakit-penyakit tersebut bisa kita cegah dengan pemberian vaksin. Karena vaksin bisa merangsang sistem imun tubuh untuk menghasilkan respons kekebalan yang sama dengan infeksi alami.
Mitos : Anak saya gak usah divaksin lagi, karena anak saya tidak apa-apa dan sdah kebal.
Fakta : Kekebalan kelompok atau herd immunity terbentuk saat komunitas dari populasi besar diberikan vaksin untuk mencegah penyakit menular, jadi resiko wabah menular itu bisa berkurang.
Untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan dibawah.
Tanggal 30 April 2021 lalu saya sempat menghadiri webinar yang diselenggarakan oleh Kenapa Harus Vaksin dan The Asian Parent Indonesia, bertemakan Kenapa Harus Vaksin, dalam rangka perayaan Pekan Imunisasi Dunia 2021 yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vaksinasi di era Covid-19 dengan cara #LindungikuLindungimu.
Dan nara sumbernya adalah dr. Attila Dewanti, SpA(K)Ā dan Sisy Prescilia sebagai moderator siang itu.
Pekan Imunisasi Dunia dirayakan setiap dunia di minggu terakhir (minggu ke-4) bulan April.
Ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil bila (anak) kita divaksin :
Sering mendengar kan ya akhir-akhir istilah itu lagi naik daun karena pandemi Covid19 ya.
Sebenarnya apa sih herd immunity itu?Ā
Jadi konsep herd immunity itu (kekebalan kelompok) dalam konteks imunisasi adalah konseo yang biasa digunakan dan bukan hanya teori.
Kebalnya sebagian besar sasaran suatu populasi melalui imunisasi, secara tidak langsung akan turut memberikan perlindungan bagi kelompok usia lainnya. Jadi kalau ada satu atau sejumlah kasus penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi (PD3I) di masyarakat maka penyakit tersebut tidak akan menyebar dengan cepat dan kejadian luar biasa (KLB) atau wabah bisa dicegah.
Kekebalan kelompok ini bisa dapat terbentuk bila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah.
Pencegahan penyakit salah satunya melalui imunisasi akan jauh lebih hemat daripada pengobatan.
Disini ada yang suka kesulitan and kebingungan gak sih baca jadwal vaksin anak, khususnya vaksin untuk balita? Huhuu sayapuun. Tapi sekarang sejak saya ikutan webinar ini udah gak lagi.
Ada beberapa petunjuk yang harus kita perhatikan di jadwal imunisasi anak.Ā
Primer (biru) : Imunisasi yang arus diberikan sesegera mungkin (imunisasi utama).
Booster (merah) : Sesuai dengan namanya untuk peningkatan, vaksin booster, alias imunisasi yang diberikan untuk imun booster aja atau vaksin tambahan.Ā
Catch Up (kuning) : Jadwal atau waktu yang bisa kita kejar untuk pemberian vaksin yang tertunda pada anak. Jadi misalnya kita belum sempat memberikan vaksin pada anak karena pandemi, kita tetap bisa memberikan vaksin di usia berikutnya.
Daerah Endemis (oranye) : daerah yang banyak penyakit tersebut (ada 9 daerah termasuk Jakarta, Bandung dan Bali).
Saya jadi ingat waktu saya mengikuti webinar tentang vaksin, nara sumbernya bilang, bahwa kita sebagai orangtua harus aware, imunisasi mana aja yang harus diberikan pada anak kita, harus tahu detail serba serbi tentang vaksin. Dan buku jadwal vaksin anak yang kita miliki itu harus dibaca detail semuanya š
Apa aja sih yang kita perhatikan di jadwal imunisasi anak?
Banyak penelitian di berbagai negara membuktikan bahwa bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap tidak memiliki kekebalan.
Mereka mudah tertular penyakit, akan menderita sakit berat, menularkan ke anak-anak lain, menyebar luas, terjadi wabah, menyebabkan banyak cacat dan kematian.
jadi sudah jelas ya, bahwa anak yang sudah dimunisasi lengkap memiliki kekebalan yang lebih tinggi dibanding anak yang tidak memiliki vaksin lengkap.
Terutama saat pandemi nih, wabah penyakit yang datang saat pandemi akan sulit untuk ditangani.Ā
Contohnya saja, waktu wabah dofteri tahun 2017, terjadi wabah dofteri yang cukup masif, dengan temuan yang cukup mengkhawatirkan.
Mungkin pertanyaan itu juga dialami oleh saya, pasalnya terkadang saya juga suka tidak bisa vaksin pada saat tanggal yang ditetapkan. Kalau dulu sebelum pandemi, saya masih rajin dan rutin sesuai jadwal, tapi saat pandemi rasanya sulit.
So, apa yang harus kita lakukan?
Kalau anak kita sakit dengan gejala ringan, masih bisa divaksin, walaupun sakitnya itu :
1. Demam sub febris
2. Gejala salesma (Batuk, pilek)
3. Diare
Vaksin itu tidak akan membuat penyakit bertambah parah. Dan anak yang sedang minum antibiotik boleh kok divaksin.
Sudah pernah mendengar dengan vaksin ganda? Yaitu pemberian vaksin dilakukan lebih dari 1 varian vaksin dalam waktu yang bersamaan. Semua vaksin tanpa terkecuali.
Imunisasi dilakukan di bagian tubuh yang berbeda. Misalnya paha atau lengan kiri dan kanan menggunakan alat suntik yang berlainan.
Kalau tidak diberikan bersamaan :
Vaksin sebaiknya diberikan sesudah bayi prematur berusia 2 bulan atau berat badannya sudah mencapai 2000 gram.Ā
Jadwal vaksinasi sesuai dengan jadwal vaksinasi IDAI
Pelukan dan sentuhan saat imunisasi sangat berarti untuk anak kita. Anak kita akan merasa nyaman. Selain itu juga membantu dokter atau perawat untuk mencapai area tubuh untuk disuntik. Serta mencegah anak kita bergerak berlebihan saat disuntik
Kalau disuntik di bagian lengan :
Kalau disuntik di bagian paha :
1. Pangku anak kita
2. Lingkarkan lengan mengitari badan anak kita
3. Tahan kaki anak kita diantara paha mama atau papa
Tips Sebelum Membaca Anak Kita Imunisasi :
Ā
1. Pastikan anak kita dalam kondisi sehat sebelum vaksin
2. Batasi jumlah pendamping saat kunjungan vaksinasi anak di fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes)
3. Selalu kenalan masker dan perhatikan etika batuk atau bersin.
4. Utamakan kunjungan vaksinasi ke fasyankes yang memisahkan pasien sehat dan sakit.
5. Saat menunggu giliran, perhatikan jarak aman di ruang tunggu
6. Kalau ruang tunggunya penuh, tunggu di mobil sampai saat giliran vaksin tiba.
7. Selalu cuci tangan dengan benar selama dan setelah selesai keperluan di fasilitas kesehatan.
8. Setelah vaksinasi, tunggu sekitar 30 menit atau memantau reaksi yang mungkin terjadi.
1. Ganti baju pendamping dan anak.
2. Sebaiknya pendamping dewasa juga mandi dan mengganti pakaian setelah kembali dari fasyankes atau rumah sakit.
3. Rendam dan cuci pakaian pendamping dan anak yang digunakan saat kunjungan ke fasyankes atau rumah sakit.
Imunisasi kejar atau catch up adalah salah satu strategi yang dianjurkan untuk meningkatkan cakupan vaksinasi. Tujuannya adalah untuk melanjutkan vaksinasi yang tertunda pada individu yang memenuhi syarat (sesuai anjuran usia pada jadwal imunisasi).
WHO merekomendasikan untuk merencanakan kejar sesegera mungkin.
Melaksanakan imunisasi catch up bersamaan dengan pelayanan kesehatan rutin sangat penting untuk kelanjutan program imunisasi.
Mengutamakan pelaksanaan imunisasi catch up untuk Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan IMunisasi (PD3I) yang rentan wabah : campak, polio, difteri dan yellow fever.
Imunisasi ganda direkomendasikan oleh kemenkes untuk dilakukan dalam pelayanan imunisasi.
Apa itu imunisasi ganda? Imunisasi ganda adalah pemberian lebih dari satu jenis imunisasi dalam satu kali kunjungan yang bermanfaat untuk mempercepat perlindungan kepada anak, meningkatkan efisiensi pelayanan dan orangtua tidak perlu datang ke rumah sakit berulang kali.
Pemerian imunisasi ganda suda terbukti aman, efektif dan tidak meningkatkan resiko efek samping atau KIPI pada anak.
Biasanya si anak akan merasa nyeri, tapi rasa itu akan berlangsung secara singkatĀ saja.
Vaksin combo atau vaksin kombinasi adalah gabungan beberapa komponen vaksin ke dalam satu vaksin untuk mencegah lebih dari 1 jenis penyakit.
Vaksin combo berpotensi bisa mengurangi jumlah suntikan atau jumlah kunjungan orangtua atau pengasuh ke rumah sakit yang secara objektif bisa mengurangi resiko paparan infeksi juga.
So, kita sudah tahu jadwal, cara baca jadwal vaksin, dan serba serbinya.Ā
Sekarang saya mau kasih tau apa alasan anak kita harus divaksin.
Pandemi Covid19 masih melanda kita, kita harus tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan.
Beban pandemi ini tidak perlu ditambah dengan beban wadah PD3I. Ayo lengkapi vaksinasi anak kita yang tertunda.
Meskipun di tengah pandemi, selama kita mengikuti protokol kesehatan untuk kunjungan vaksinasi di fasyankes, vaksin aman.
Pastikan vaksinasi anak kita lengkap sampai dosis booster, supaya optimal, dosis booster harus diberikan tepat waktu.
Untuk info lengkapnya, kalian bisa follow dan baca tentang vaksin di @kenapaharusvaksin ya.
Jangan lupa follow social medianya agar selalu update berita tentang vaksin.

Find some desired keywords.