From Blogger to Trader

Menjadi Trader, Profesi Menjanjikan Saat Pandemi

Agak maju mundur juga ya menuliskan history saya ini, takut membosankan, tapi saya mau sharing aja sih, mungkin diantara kalian juga sering melihat cuitan atau postingan saya di sosial media sudah perlahan-lahan berubah ya nichenya (kalau ada yang merhatiin sih) 🙂  siapa tau ada yang ingin tahu perjalanan saya kenapa dan bagaimana sih saya menjadi seorang trader, yang awalnya saya blogger? 🙂

Sudah hampir mau ulang tahun kedua ya pandemi ini. Bukan merupakan doa, dan bukan juga merupakan harapan. Sama sekali gak sih. Seenggaknya kita jadi tahu, selama pandemi udah mau 2 tahun ini, kalian udah ngapain aja? Apa masih gitu-gitu aja hidupnya? 😁 Kalau saya sih pastinya menemukan profesi dan hobby baru, yaitu menjadi saat ini saya menjadi trader for a living. Nah, bagaimana suka-dukanya, bagaimana awal mulainya, bagaimana prosesnya? Mari saya ceritakan di bawah ya 😊

Berawal dari sebuah buku Ryan Filbert

Jadi waktu itu suami beli buku analisis tehnikalnya Ryan Filbert (koh Ryan, demikian aku menyebutnya, adalah salah satu penulis tentang investasi favorit aku) 😊 buku ini dibeli buat suami sih ceritanya. 

Saya :”Buku ini dibeli buat apa?” 
Suami : “Buat aku belajar soal saham.”
Saya : “Buat trading?”
Suami : “iya apa aja, investasi dan trading juga soal saham.”
Saya : “Trus, kenapa jadinya sekarang aku yang jadi trader, kamu gak? Kamu aja buka rekening saham aja gak.”
Suami : “Emangnya aku ada waktu buat begituan?”
Saya : 😁😁😁

Yah singkat cerita begitulah. Buku ini dibeli jauh sebelum adanya pandemi sih, tepatnya tahun 2019. Jadi suami beli buku ini, tapi saya yang baca, saya yang belajar, dan saya praktek sendiri.

Ryan Filbert - Workbook Analisis Tehnikal

Nah, setelah saya baca, lama-lama kok saya tertarik ya? Ini bukunya bukan cuma teori sih, tapi full praktek. Disertai dengan contoh kasus di tiap materinya. Jadi kita bisa analisis sendiri.

Ryan Filbert - Workbook Analisis Tehnikal

Setiap hari saya baca, saya pelajari dan saya praktekkan sendiri. Dari senin hingga minggu di sela-sela waktu senggang saya. Akhirnya lama-lama disitu saya mulai melirik deh tuh yang namanya saham. Sejujurnya sih saya aliran reksa dana aja sebenernya (untuk investasi). Punya rekening saham ya sudah lama tapi untuk investasi di saham belum pernah coba. Karena saya masih berpikir, saham itu high risk, takut rugi, pasti rugi, gak ngerti, kalau saya gak punya waktu buat mempelajari, cari tahu tentang saham itu apa, dsb, jadi yaudah, cari yang aman aja deh di reksa dana.

Nah, setelah saya pelajari dan cari tahu lebih jauh, lho gak sengaja saya jadi jatuh cinta beneran. Ibaratnya kayak orang lagi pedekate, dari mata turun ke hati 😀 Nah, disitulah bacaan saya jadi berubah, yang tadinya beli novel, tiap ke toko buku belinya buku-buku tentang financial literacy, karena emang secinta itu 🙂

Selain itu juga saya punya banyak waktu di rumah, job menulispun sedang tidak banyak, akhirnya saya mencoba peruntungan di pasar modal ini. tadinya saya mau fokuskan ke affiliate atau di tiktok atau snack video, tapi effortnya terlalu besar buat saya. Akhirnya setelah saya mencoba fokus menjadi seorang trader, lho kok, saya nyaman dan fun banget ya, yaudah, sejak saat itu saya memutuskan trader menjadi sebuah profesi bagi saya.

Baca Juga : IPOTPAY Fundtalk with Milenials, Waktu Yang Tepat Investasi Reksa Dana

Koleksi Buku Investasi, Trading dan Saham
Ini baru sebagian koleksi buku trading dan investasi saya 🙂

Seorang Trader Butuh Mentor

Memutuskan untuk menjadi seorang trader pemula itu gak mudah sih menurut saya, karena ada beberapa pertimbangan dan persiapan. Bagaimana persiapan saya? salah satunya adalah butuh mentoring. Ibaratnya kan ini sama aja kita berbisnis ya, waktu saya berbisnis fashion aja saya butuh mentor.

Jadi ini persiapan saya sebelum memutuskan menjadi seorang trader :

  1. Banyak baca, apa yang harus saya lakukan sebelum mulai trading?
  2. Siapa yang nanti jadi mentoring saya dalam hal trading? Sementara suami aja gak tau menahu soal saham 🙂
  3. Apa kerugiannya yang nanti diakibatkan kalau saya trading?

Mau tahu mentor saya siapa aja? 🙂

  1. Indopremier
    Indopremier ini bukan hanya perusahaan sekuritas, tapi Indopremier juga memiliki beberapa edukasi (journey) tentang finansial. Dan Indopremier ini termasuk rekening sekuritas pertama saya.

2. Youtube
Jujur saya banyak banget belajar dari youtube. Apa yang bisa saya pelajari, ya saya pelajari sampai tuntas. Nah, siapa aja sih para youtuber andalan saya belajar saham?

Felicia Putri Tjiasaka
Andy Senjaya
Ellen May
Ryan Filbert
Chris Apriliony
Berke Finance
Kanala ID

Honestly sih gak ada referensi atau dari bacaan manapun untuk menemukan tokoh-tokoh andalan mereka diatas, saya hanya searching di youtube, kontennya menarik, yasudah, saya tonton sampai selesai semua video-video mereka. Lalu setelah nonton, baru deh saya praktek sendiri. Begitu 🙂

3. Ternak Uang
Nah, saya boleh cerita sedikit ya. Jadi awal mula saya kenal ternak uang karena postingan Felicia Putri ini di kanal youtubenya. Waktu itu awal-awal dia baru mau membentuk sama yang namanya Ternak Uang. Di yotubenya dia cerita bahwa dia lagi sibuk sama bisnis barunya, yaitu Ternak Uang (Fyi, ternak Uang ini adalah platform edukasi finansial digital yang bisa diakses via smartphone, mulai dari saham, reksa dana, bitcoin, cryptocurrency, dsb). Waktu awal-awal saya gak tertarik untuk join, karena memang belum ingin cari tahu dan belum butuh. Nah, setelah saya bergabung di dunia pasar modal (saham), baru deh, saya bergabung dengan Ternak Uang. Memutuskan bergabung juga gak sembarangan, banyak banget pertimbangan. Salah satunya adalah ijin suami, karena ini adalah berbayar, otomatis saya harus minta izin dengan suami dulu kan 🙂 Dan suami udah kasih lampu hijau, katanya saya disuruh bergabung aja untuk saya belajar. Karena saya butuh mentor yang bisa ditanya jawab soal saham. 

Hmm. oke deh, akhirnya saya jadi bergabung dengan ternak uang. Kalau kalian berminat, nanti saya akan ceritakan ya kesan-kesan saya setelah bergabung di Ternak Uang 🙂

4. Finansialku
Saya tertarik bergabung di Finansialku untuk mengatur perencanaan keuangan saya. terlebih lagi di Finansialku ada koh Rivan Kurniawan yang memilki aliran Analisis Fundamental, jadi yasudah pas deh menurut saya, kalau saya mau belajar saham sebagai investasi 🙂

5. Beberapa workshop yang berbayar

Mungkin bagi sebagian orang memilih beberapa step lain, tapi bagi saya ini jalan yang saya pilih.

Laptop Dengan Charting
Begini keseharian saya

Gimana Bagi Waktunya Antara Blogger dan Trader?

Sebenarnya bisa dibilang menjadi seorang trader adalah pekerjaan sampingan saya sih, yang utama adalah seorang blogger. Untuk membagi waktunya mudah aja, saya trading saat pagi hari hingga sore hari (09.00 – 15.00). Saya trading sambil mengajar anak PJJ. Selanjutnya saya istirahat. Lalu malam harinya saya menulis. Begitu aja setiap hari dari hari Senin hingga Jumat (karena sabtu dan minggu pasar bursa tutup). Karena tutup, ya biasanya saya isi kegiatan weekend saya dengan family time. Iya dong biar balance 🙂

Saya lakukan dengan penuh fun dan tanpa tekanan. Karena bisa dibilang profesi trader bagi saya adalah baru bagi saya, jadi saat ini saya masih mencari jati diri, style trading apa yang cocok untuk saya (apakah day trader, swing trader, scalping atau positioning trader). Dan so far saya menjalani menjadi day trader saya sungguh nyaman, Take profit dan modal yang saya pakai juga gak terlalu besar sih. Untuk returnnya saya 2-3% per hari. Untuk waktunya ya fleksible aja, kalau misalnya saya sedang ada keperluan keluar rumah, saya bisa memilih swing trader atau tidak trading sama sekali. Karena ya dibawa fun aja bagi saya.

Ya tujuan jangka panjang saya dengan menjadi seorang trader ini, bisa menjadi instrumen saya mempercepat dana darurat dan dana pensiun saya (walaupun jangka panjangnya sudah punya persiapan dana pensiun dari kantor suami sih), tapi saya lagi nabung aja buat nambah-nambahin 🙂 

(Honestly saya memang lagi concern banget soal dana pensiun, supaya nanti masa tua saya mau seperti sekarang, yang hidup nyaman, gak mau tergantung penghasilan anak, bisa mandiri, bisa jalan-jalan sama anak cucu, dsb :))

Lalu tujuan berikutnya, saya ingin kalau nanti saya udah gak begitu aktif menulis, atau amit-amit suami sudah gak ada, saya bisa menerapkan benar-benar trading for a living, alias hidup dari uang hasil trading. Kenapa? Karena beberapa dari para trader memang ada yang hidupnya seperti itu, menggantungkan hidupnya dari hanya trading aja. 

Karena hanya 3 hal yang bisa membuat kita kaya : bisnis, properti dan saham 🙂

So, dari sekarang saya perbanyak amunisi dengan belajar dan belajar, menimba ilmu sampai saya lelah, dan ini menjadi bekal saya di usia pensiun saya nanti 🙂

Trader Tidak Selamanya Cuan

Namanya orang berjualan gak selamanya cuan alias untung ya. Ada kalanya saya terpaksa merugi untuk melindungi asset (modal) saya, atau dekat kata lain terpaksa cutloss. Tapi kalau misalnya cuan, ya cuan 🙂

Tapi ada satu hal yang mendasar saya menjadi seorang trader, adalah ketidakpastian penghasilan menjadi seorang content creator. Ada kalanya saya bisa mendapatkan income 2 digit, atau bahkan gaji UMR, tapi ada kalanya juga saya hanya 2juta per bulan. Dan jujur aja itu gak cukup sih. Saya harus cari akal gimana caranya sebulan saya harus menghasilkan penghasilan sekian juta untuk cicilan ina inu (ya saya punya cicilan banyak nih, mulai dari cicilan dana investasi, dana pensiun, asurasi jiwa, asuransi jiwa anak, dana rumah buat anak, dsb) hidup cuma buat bayar cicilan aja wkwkw…

Saya masih bersyukur penghasilan utama adalah dari suami. Jadi gak terlalu signifikan saya menjadi trader atau gak. Tapi kan saya punya target, nanti kalau suami seandainya tidak ada, saya bisa mandiri. Dan beberapa mimpi saya yang sempat tertunda juga. Apa yang saya lakukan dan persiapkan? ya belajar trading ini dari sekarang. APalagi jadi content creator kan gak langsung payment ya saat itu juga, ada yang H+30, H+60, atau bahkan ada yang sampai setahun ya (bukan aku ya, hahaa).. 

So, dengan menjadi trader, saya bisa menetapkan saya mau untung berapa dan berapa persen? Saya yang menentukan sendiri. Keuntungannya juga saya bisa nikmati saat itu juga, bukan nanti 🙂

Tapi bukan berarti saya akan meninggalkan dunia content creator sih, saya masih tetap akan menjalani profesi ini dengan penuh bahagia kok 🙂

My Money Management from Trading

Namanya orang berdagang atau berjualan, pastinya punya rekening terpisah ya. Yes sama. Jadi misalnya hari ini saya dapat cuan 100rb, saya akumulasi per minggu, lalu saya withdraw dan masukkan ke dalam rekening sekuritas lain (yang untuk investasi), jadi gak tergerus keuntungannya.

Tapi ada juga saham yang saya jadikan investasi, tentunya di rekening berbeda juga.

Jadi capital gain dari hasil trading, sebagian saya sisihkan untuk tabungan, sebagian lagi diakumulasi untuk modal saya trading lagi.

Dan setiap saya trading, selalu dicatat, misalnya hari ini berapa emiten yang saya tradingkan, berapa lot, lalu jual berapa, dsb.

Jadi benar-benar termanage dengan baik, bukan hanya asal ikutan FOMO jadi trader. Because being a trader is a profession, not  hobby 🙂

Oke, mungkin segitu dulu perjalanan saya menjadi seorang trader. Kapan-kapan saya sharing lagi ya, cara saya belajarnya, atau hal-hal lain mengenai dunia trader ya 🙂 And I really do love my job right now.

So, bagaimana dengan teman-teman, selama 2 tahun pandemi ini, apa yang menjadi hobby atau pekerjaan baru kalian? Boleh dong diceritakan di kolom komentar 🙂

22 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *