Belanja Online Nyaman dengan TIKI

5 Hal Yang Saya Sukai Belanja Online Pakai TIKI

Saat saya menulis ini sudah memasuki pertengahan bulan Juli 2021. Artinya sudah 1,5 tahun kita berada kondisi pandemi Covid19. Suka tidak suka semuanya berubah, baik dari pola dan gaya hidup, sampai kepada cara belanja. Kalau dulu bisa dibilang frekuensi belanja online saya hanya 10%, 90%nya saya biasa belanja saat window shopping sekilan jalan-jalan ke mall, tapi sekarang masa pandemi, terutama masa PPKM darurat seperti sekarang, malah sebaliknya, hampir 90% saya sering belanja online, dan sisanya 10% belanja offline. Itupun kalau mall buka. Kalau gak buka, ya kembali lagi belanja online semua kebutuhan.

Belanja Online vs Belanja Offline

Jujur aja sih ya, karena emang saya anak mall banget, saya lebih suka belanja offline alias belanja langsung di mall. Karena pertama, saya bisa sekalian jalan-jalan mengajak anak jalan-jalan, bisa sekalian window shopping alias cuci mata, membandingkan satu barang dengan yang lainnya, dan juga bisa sekalian olahraga. Karena ya merasa nyaman aja sih kalau belanja lihat barangnya langsung, kita bisa tahu kualitas dari barang tersebut gimana, feelnya gimana, dsb. 

Seneng lho lihat anak-anak itu happy banget kalau saya ajak ke mall, mereka itu bisa belajar banyak hal, bukan hanya sekedar jalan-jalan aja. Paling sering sih belanja ke supermarket misalnya, biasanya saya sekalian memperkenalkan hal baru pada anak-anak. Misalnya ke Rissa, mengenalkan buah-buahan, makanan, dsb. 

Tapi karena pandemi ini kita gak bisa kemana-mana dengan nyaman, terutama masa PPKM darurat seperti sekarang (semua mall tutup), yang buka hanya sektor kesehatan dan makanan saja (seperti halnya pemberlakuan PSBB di awal-awal pandemi). Jadinya ya kebiasaan saya belanja di mall jadi berubah, mau gak mau jadi terbiasa belanja online. 

Bahkan cuma urusan belanja sayur yang tadinya saya sering belanja ke supermarket, jadi belanja online 🙂

Suka Duka Belanja Online

Ada beberapa hal yang saya suka dari belanja online, apa aja itu?

  1. Praktis
    Kalau online, kita gak perlu keluar rumah, cuma dengan rebahan di rumah aja, tunggu sekitar beberapa hari, barang yang dipesan udah sampai.
  2. Membandingkan Harga Dengan Mudah
    Enaknya kalau online itu kita bisa membandingkan 1 toko dengan toko lainnya dengan menggunakan fitur filter di ec-commerce. Simple! 🙂
  3. Harga Lebih Murah
    Ini fixed ya no debat, barang di online pastinya harganya lebih murah ketimbang beli langsung di toko. Karena tidak ada biaya sewa toko yang mahal, belum lagi kita harus bayar parkir kalau di mall kan? Selisih harganya juga lumayan jauh, sekitar 10ribuan, apalagi kalau misalnya kita dapat barang yang promo, makin hemat lagi kan 🙂

Tapi belanja online juga gak melulu mulus sih, ada kalanya dapat barang zonk 🙁 alias barang yang saya beli tidak bagus, padahal testimoninya bagus katanya. Ya emang sih pas saya beli saat promo big sale. Jadi gak jaminan juga ya.

Pengalaman Jadi Seller

Beberapa tahun lalu, tepatnya tahun 2010, saya juga mencoba peruntungan dengan membuka bisnis clothing fashion di salah satu marketplace. Dulu belum ada social media seperti instagram, jadi saya berjualan di marketplace.

Untungnya lumayan banget sih, terutama saat musim lebaran, itu omsetnya meningkat 100%. Tapi karena saya sekarang memilih fokus di menulis dan menjadi content creator, usaha fashion tersebut dilanjutkan oleh saudara saya.

Nah, karena punya pengalaman jadi seller itulah saya jadi belajar, bagaimana bisa berjualan yang disukai oleh pelanggan. Mulai dari menampilkan foto yang bagus supaya memiliki daya tarik pembeli, memperoleh review yang bagus dari para pembeli, harga yang bersaing, tidak terlalu mahal tapi juga tidak terlalu murah, serta memilih kurir yang terpercaya. 

Dulu belum ada macam-macam kurir seperti sekarang, masih terbatas. Dan TIKI salah satu kurir andalan saya pada waktu itu. Alhamdulillah respons dari semua pembeli saya sangat positif.

Makanya saya antusias banget waktu KEB (Kumpulan Emak Blogger) mengadakan acara webinar bersama TIKI tanggal 14 Juli 2021 lalu, karena temanya sangat berhubungan dengan aktivitas yang saya jalani sekarang, yaitu adalah Aman dan Nyaman Berbelanja Online.

Belanja Online - TIKI

Dalam webinar tersebut nara sumbernya adalah Pak Rudi Cahyadi (Atau yang biasa dipanggil Pak Upay). Beliau adalah Marketing Communication Manager PT. Citra Van Titipan Kilat (TIKI). 

Pak Upay bilang bahwa di masa PPKM Darurat ini, yang mengharuskan semua kantor bekerja dari rumah (WFH), demi kenyamanan bersama, tapi pemerintah memperbolehkan sektor-sektor tertentu saja yang masih beraktivitas di kantor, salah satunya adalah bagian logistik atau pengiriman barang seperti TIKI ini.

Rudi Cahyadi, Marketing Communication Manager at PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI)
Rudi Cahyadi, Marketing Communication Manager at PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI)

Bagaimana Protokol Kesehatan Yang Diterapkan TIKI Di Tiap Gerai?

Dari paparan Pak Upay kemarin di webinar, saya agak amaze si, karena selevel TIKI protokol kesehatannya bener-bener ketat banget, jadi kesehatan karyawannya bener-bener diperhatikan banget.

Bagaimana Protokol Kesehatannya?

1. Di tiap gerai disediakan hand sanitizer (Untuk karyawan ataupun pelanggan yang datang)

2. Setiap paket yang diterima selalu disemprot desinfektan terlebih dahulu

3. Semua staff yang masuk harus menjaga kesehatan dan kebersihan dengan menggunakan masker, rajin cuci tangan, dan selalu memakai sarung tangan

4. Staf yang masuk harus dalam keadaan sehat 100%. 

5. Setiap hari dilakukan pengukuran suhu tubuh, jika ada kedapatan karyawan yang suhunya diatas normal, karyawan tersebut segera dipulangkan.

6. Berusaha menjaga jarak antara pelanggan dan staf

7. Dan selalu mengupayakan pelayanan yang maksimal demi kenyamanan pelanggan.

Keren ya, TIKI bukan hanya mengutamakan kesehatan karyawannya aja, tapi juga kenyamanan pelanggannya.

7 Produk dan Layanan TIKI

Dari dulu sampai sekarang TIKI mempertahankan produk dan layanannya yang membuat pelanggannya betah 🙂 

Apa aja produk dan layanannya?

  1. SDS (Same Day Service)
    kiriman akan sampai di hari yang sama
  2. ONS (One Night Service)
    Kirim hari ini esok sampai
  3. TDS (Two Days Service)
    Kiriman akan tiba dalam waktu 2 hari
  4. REG (Reguler)
    Proses pengiriman yang standard yang biasa orang pakai, yaitu prosesnya sekitar 3-4 hari
  5. ECO (Economy Service)
    Kiriman dengan harga ekonomis
  6. TRC (Trucking Service)
    Kiriman dengan berat minimal 10kg
  7. INT (International Service)
    Pengiriman untuk keluar negeri dengan harga yang terjangkau

Note : Buat para seller froxen food bisa memakai layanan SDS (Same Day Service) ya.

Layanan Terbaru dari TIKI

PUTAR = Untuk buyer (pembeli)

Sekarang TIKI ada layanan terbaru untuk belanja online namanya PUTAR (Jemput dan Antar). 

Mekanismenya :

Tinggal pilih barangnya apa, bertnya berapa, pilih tujuan dan langsung submit deh.

Untuk area Jakarta tarifnya flat 15ribu.

Dan cepet banget prosesnya! Saya kemarin sempat coba-coba layanan si PUTAR ini, dalam waktu 5 menit langsung deh ditelpon dari TIKInya langsung untuk konfirmasi apakah barang sudah siap di pick up. Dan jam 6 sore adalah batas penjemputan barang. Jika lewat dari jam tersebut masuk ke orderan esok hari.

TIKI PUTAR (Jemput dan Antar)

SERLOK = Seller Online Booking = Untuk seller (penjual)

Gak hanya untuk pembeli, tapi juga untuk penjual, yaotu SERLOK, atau Seller online Booking. Serlok ini  adalah C2C (Customer to Customer), sebagai jembatan untuk market retail.

Apa Kelebihan dari Serlok ini?

  1. Barang bisa di pick up kapanpun.
  2. Tidak ada minimum
  3. Sellert bukan hanya komisi dari barang, tapi juga dari pengiriman. Seller mendapat hak profit 18% dari TIKI.
  4. Pembayaran H+2. Kenapa? Karena TIKI menyadari bahwa seller butuh waktu untuk mendapatkan pembayaran dari customernya. Jadi seller mendapat perlakukan khusus dari TIKI 🙂

Cara Bergabung di Serlok gampang banget!

  1. Buat account terlebih dulu (bisa dilakukan via apps). Isi datanya menggunakan KTP dan NPWP ya.
  2. Buka serlok di website TIKI

Apa Benefit Program Serlok ini?

  1. TIKI akan mengadakan webinar secara berkala dengan nara sumber.
  2. Mengadakan seminar edukasi sesuai dengan keperluan, yang dimana webinar tersebut akan mengangkat tema yang berhubungan dengan jual-beli barang, perilaku konsumen, dsb.
TIKI Serlok

Kolaborasi = Kunci Utama Bisnis Bisa Bertahan

Nah, di webinar tersebut juga hadir seorang member KEB yang juga pelaku usaha (entreprenuer) Rina Susanti. Mak Rina (demikian dipanggilnya), memiliki usaha anggrek hias. Mak Rina memulai usahanya tahun 2017. Dulu juga awalnya mak Rina mengawali dari iseng aja, dan modal yang dipakai waktu awal usaha jgua tidak sampai 500ribu katanya.

Berawal dengan ikut pameran di IPB, lama kelamaan usahanya mendapat respons dan antusias positif dari para pelanggannya. Masa pandemi yang semua orang pendapatnya sangat terdampak, tapi tidak untuk mak Rina, justru masa pandemi ini usahanya jadi laris manis, “Bukannya tambah sepi, malah tambah rame yang beli Alhamdulillah, katanya 🙂 

Mak Rina juga mengawali menjual tanaman hiasnya dmelalui marketplace Tokopedia dan Instagram. Setiap pengiriman mak Rina selalu menggunakan ekspedisi, salah satunya TIKI.

Sudah 4 tahun mak Rina menjalani usaha anggrek hias ini. Dan tips yang bisa dibagikan oleh mak Rina adalah KOLABORASI

Selain itu mak Rina juga berbagi tips berbisnis untuk pemula :

  1. Mulai aja dulu dari apa yang kita punya dan sukai
  2. Mulai dari modal kecil, seadanya aja
Rina Susanti (Pelanggan Setia TIKI)
Rina Susanti (Pelanggan Setia TIKI)

Tips Untuk Seller, Supaya Bisnis Bisa Survive

Pak Upay juga berbagi tips gimana caranya bisnis bisa bertahan dari sisi seller

  1. Pasang harga yang bersaing
  2. Pasang video atau foto dengan tingkat pencahayaan yang tinggi
  3. Tuliskan deskripsi dengan jelas dan tuliskan kelebihan produk kita dibanding toko lainnya
  4. Mencari tempat berjualan online yang tepat (media sosial, marketplace, website, dsb).

Tips Untuk Buyer, Supaya Bisa Belanja Nyaman

  1. Sebelum membeli barang, lihat dulu testimoninya (jasa apa, barangnya apa, servicenya apa, dsb)
  2. Jangan mudah tergiur harga murah, karena bisa terindikasi penipuan
  3. Setiap toko memiliki perjanjian masing-masing, jadi cermati peraturan toko tersebut
  4. Jangan pernah melakukan pembayaran langsung di rekening penjual, pembayaran harus melalui marketplace tersebut, guna menghindari adanya penipuan.

Tips TIKI Bisa Bertahan Di Kala Pandemi

1.Memberikan diskon para seller
2. Bisa menggunakan aplikasi TIKI
3. Pembayaran bisa via digital melalui aplikasi TIKI

5 Hal Yang Saya Sukai Belanja Online Dengan TIKI

Nah, tiba deh di inti tulisan saya, saya akan jelaskan kenapa saya nyaman pakai TIKI :

1. Murah
Jujur aja sih, harga ongkir dengan TIKI masih lebih murah dibanding jasa pengiriman lainnya. Dan ini penting banget sih buat para buyer (pembeli), karena terkadang kalau cuma mahal 1000 perak aja suka gak jadi beli loh 🙂

2. Praktis
TIKI punya layanan PUTAR, yaitu Jemput dan Antar, seperti yang saya jelaskan diatas tadi, layanan ini memudahkan banget buat kaum rebahan mamak-mamak seperti saya, yang gak punya banyak waktu keluar rumah, saya juga gak ada kendaraan keluar, cuma bisa ngandelin suami aja kalau buat kirim-kirim barang (itu juga kalau suami available), kalau suami sedang keluar misalnya ke kantor, pengiriman barangnya jadinya esok hari deh sekalian suami berangkat ke kantor. Ngalemin banget ini waktu saya jadi seller, soal pengiriman ini bener-bener drama banget, dimana customer maunya dikirim sekarang juga, sementara saya gak bisa ke gerai kurir pengiriman. Makanya sejak adanya PUTAR dan SERLOK ini terbantu banget deh!

3. Hemat
Dengan kita gak keluar rumah, kita jadi hemat waktu dna biaya. 

4. Banyak Gerai
Di area rumah saya banyak sekali gerai TIKI, tapi paling dekat sih 1 km, tetap harus menggunakan kendaraan, minimal motor sih (Sedangkan saya gak bisa naik motor) 🙂 jadi buat kirim barang prosesnya jadi lebih cepat.

5. Cepat
Gak butuh lama untuk barang saya dipick up, mulai dari saya masukkan data, submit, ditelpon oleh CSnya, kemudian barang diambil deh.

Kelebihan TIKI

Kesimpulan

So far so good sih, selama ini saya gak ada masalah apa-apa selama saya jadi customer TIKI ataupun jadi pelanggan TIKI sebagai seller. Puas juga sih sama pelayanan customer service on call dan juga di tiap gerainya. saya selalu dilayani dengan ramah.

Nah, ini pengalaman saya menggunakan TIKI. Kalau kamu bagaimana? Pernah menggunakan TIKI sebagai jasa pengiriman? Boleh dong testimoninya juga di kolom komentar 🙂

Semoga bermanfaat ya.

2 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *