2020040615294273_save.jpg

Ketika Kelangkaan Masker Saat Pandemi Corona Menjadi Ladang Penghasilan Yang Menjanjikan

Pandemi Corona belumlah berakhir. Kalau dulu memakai masker saat keluar rumah, merupakan satu pilihan. Karena yang sehat tidak diperlukan memakai masker. Ingat gak sih dulu awal-awal Indonesia heboh dengan wabah Corona sehingga menyebabkan kelangkaan masker dimana-mana? Karena traffic demand melebihi supply, akibatnya harga naik, dan menyebabkan kelangkaan dimana-mana. Tapi karena kelangkaan ini menyebabkan masyarakat jadi kreatif dan justru menjadikan kelangkaan masker ini menjadi sumber ekonomi lho. 

Harga Masker Mencapai Harga Sebuah Smartphone!

Kalau dulu sebelum ada wabah Corona, saya cuma tahu jenis masker itu ya yang warnanya hijau atau abu-abu, yang suka dijual di apotik atau drug store. Namanya Masker Sensi. Dulu saya juga sering stock masker Sensi ini di rumah dan dipakai saat anggota keluarga ada yang sakit. 
Tapi sekarang saya jadi paham, selain masker Sensi, ternyata masih banyak ya macam-macam masker. Salah satunya adalah masker N95. Masker ini yang sering saya lihat para tenaga medis pakai. 
Saya masih ingat betul, dulu ada berita, bahwa ada orang yang menjual sebuah masker bisa mencapai 300ribu bahkan ada yang sampai 1,5juta lho, wow! Sungguh angka yang fantastis ya. Saat semua orang membutuhkan tapi ada yang memanfaatkan situasi sulit ini. Karena panic buying, alhasil orang-orang jadi memboyong semua jenis masker, bahkan masker untuk kebutuhan medis seperiti N95 pun laris manis bak kacang goreng di pasaran. Padahal masker N95 ini hanya boleh dipakai bagi dokter dan tenaga kesehatan yang menangani pasien dengan infeksius tinggi seperti pasien yang terinfeksi virus Corona, Covid-19. 
Kini masker N95 menjadi langka di pasaran dan banyaknya penimbun sehingga menyebabkan harga naik dua kali lipat. Padahal semua tenaga kesehatan sedang membutuhkannya. 

Kebijakan Pemerintah Terhadap Kelangkaan Masker

Karena masyarakat mulai resah, tidak nyaman, alhasil setelah pemerintah memberikan kebijakan terhadap kelangkaan masker, baru deh situasi mulai terkendali. Apa saja kebijkannya? Pembatasan ekspor masker ke sejumlah negara-negara tujuan, sidak terhadap penjualan masker di beberapa titik, sampai pembatasan pembelian masker. 1 orang hanya boleh membeli maksimal 5 box masker. 

Program Masker Untuk Semua

Menanggapi kondisi ini, sesuai dengan anjuran WHO, pemerintah langsung membuat kebijakan (solusi), yaitu dengan menjalankan program ‘masker untuk semua’. Selain itu setiap orang yang ingin keluar rumah diwajibkan untuk memakai masker. Jika menggunakan masker kain, tidak lebih dari 4 jam pemakaian (untuk masker kain). Jadi baik yang sakit maupun yang sehat dijawajibkan memakai masker. 
Alhasil apa?
Alhasil membuat orang berpikir kreatif, kalau memakai masker sensi setiap hari, bisa terhitung mahal, sangat berpengaruh terhadap budget (pos pengeluaran rumah tangga). Karena 1x pemakaian maksimal hanya boleh 4 jam. Itu artinya kalau misalnya orang beraktivitas minimal 1 hari orang bisa memakai 2 pcs. Boros bukan?

Transformasi Masker Menjadi Sumber Penghasilan

Untuk itu orang sekarang berpikir komersil, gimana caranya tetap memakai masker dalam jangka waktu yang lama, dan bisa dipakai berulang kali jadi lebih hemat?

Nah, salah satunya adalah orang sekarang membuat masker kain. Hampir semua konveksi yang saya perhatikan memproduksi barang yang paling dibutuhkan semua orang. Sekarang masker jadi mudah kita temukan dimana-mana. Harganyapun sangat reasonable, tidak lagi semahal dulu.

Bahkan masker juga menjadi salah satu fashion lho 😉

Source : Popbella

Para desainer dunia juga ikut andil dalam pembuatan masker corona sebagai bagian dari fashion.

Bahkan di Jepang juga ada yang membuat masker dari bra yang tidak terpakai lho, contohnya seperti yang dipakai model Jepang Yumeno Asahina ini nih, keren dan inovatif ya 😍
Kalian juga bisa lho memanfaatkan fenomena masker corona ini menjadi sebuah ladang penghasilan. Cara membuatnya juga tidak sulit. Cukup siapkan mesin jahit atau alat jahit, bahan dan niat 😊 tutorial di Youtube-pun bertebaran. Kalau saya ada waktunya saya juga mau nih produksi masker Corona, kebetulan di rumah juga ada beberapa perca kain batik yang tidak terpakai. Saya prediksi sih penjualan masker Corona masih akan tetap dicari sampai akhir tahun. Kalaupun Virus Corona sudah berakhir, maskernya kan bisa dipakai untuk kebutuhan naik motor atau beraktivitas diluar rumah kan? 
Bagaimana, apakah kalian juga berinisiatif membuat masker sendiri? 😁

Semoga artikel saya bisa bermanfaat.

25 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *