Sudah setahun lebih anak-anak belajar online secara mandiri alias PJJ (pembelajaran jarak jauh) di rumah. Dari yang awalnya aneh, misuh-misuh, sampai sekarang jadi hal yang biasa aja. Tapi walaupun judulnya online, gak perlu buru-buru berangkat ke sekolah, bisa duduk dimana aja dengna gaya apapun, bisa lanjut buka gadget atau laptop, langsung bisa belajar, tanpa repot, ternyata membawa permasalahan tersendiri, gak cuma bagi orangtua, siswa bahkan juga guru. Lalu bagaimana solusinya?
Hybrid Learning = Solusi atau Inovasi?
Bulan lalu saya membaca sebuah berita bahwa mulai bulan Juli 2021 ini Mendikbud akan mulai memberlakukan kembali PTM (Pembelajaran Tatap Muka) hybrid learning untuk siswa. Langsung saya panik dong? Tentunya berita ini muncul sebelum ada kabar tentang angka kasus baru harian Covid-19 di Indonesia meningkat ya. Dan alasan pemerintah mengambil keputusan tersebut karena PJJ telah membawa dampak buruk bagi perkembangan mental siswa.
Saya panik, karena bagi saya keadaan belum membaik, kenapa pemerintah ambil keputusan seperti itu ya? Apakah tidak alangkah baiknya masih PJJ saja ya? Ya memang hybrid learning ini adalah kombinasi antara PJJ dan PTM, alias belum 100% PTM. Jadi PTM tetap dilaksanakan jika ada surat persetujuan dari para wali murid. Tapi tetap saja saya panik sih, karena rata-rata orangtua di sekolah anak saya hampir 80% setuju untuk diadakan tatap muka sih. Ya alasannya simple sih, karena mereka repot, gak ada akses internet, karena mereka bekerja kantoran gak bisa memantau anaknya 24 jam, dsb
Keputusan tersebut tentu sempat jadi pembahasan yang cukup mengundang tanda tanya antara saya dan suami, apakah keputusan pemerintah ini sudah dipikirkan masak-masak ya? 🙂
Webinar Tentang PJJ dan PTM
Diantara kegalauan saya, kebetulan sekali hari Sabtu, tanggal 5 Juni 2021 saya mendapat undangan webinar dari faber Castle, yang membahas soal Refleksi Pendidikan Indonesia : Antara PJJ dan PTM. Langsung dong saya konfirmasi hadir, karena memang materi ini yang saya butuhkan banget! 🙂
Nara sumbernya adalah Saufi Sauniawati S.S, seorang Praktisi & Pengamat Pendidikan. Christian Herawan, Product Manager Faber-Castell. Dan juga Andri Kurniawan, PR Manager Faber Castle.

Webinar kali ini banyak membahas bagaimana permasalahan yang ada mengenai keberlangsungan PJJ ini. Baik dari sisi guru, siswa, maupun juga guru. Serta solusinya apa?
Baik akan saya jelaskan detail di bawah ya.
Kendala KBM Online
Bu Saufi mengatakan bahwa sistem PJJ ini ternyata membawa banyak polemik, mungkin yang tinggal di daerah perkotaan tidak sebanyak masalah yang dialami di pelosok atau pedesaan.
Lalu apa saja kendalanya?
- Kesulitan akses internet
- Fasilitas gadget yang dimiliki siswa tidak sama
- Masih banyak siswa yang hanya punya handphone biasa yang tidak mendukung belajar online
- keterbatasan kuota internet
- beban biaya yang memberatkan
- makin boros karena orangtua harus rutin isi kuota tiap bulan
- materi setiap pelajaran kurang dapat dicerna
- Komunikasi antara siswa dengan guru terbatas jarak
Sehingga dampaknya terhadap anak :
- Siswa kesulitan untuk menangkap isi materi tiap pelajaran
- Pengawasan lemah bila belajar online di rumah
Dampaknya ini sepertinya hampir dirasakan hanya orangtua dan siswa di daerah pelosok saja, tapi juga di semua daerah.

Tingkatan Problema Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ)
Sebenarnya sih permasalahan dalam pendidikan itu sudah ada, bahkan sejak tahun 1990 juga lembaga pendidikan di Indonesia sudah mengandalkan teknologi komputer sebagai metode pengajaran dan pembelajaran, hanya saja belum bisa diimplementasikan di semua daerah, karena terbatasnya perangkat dan juga jaringan.
Kemudian seiring berjalannya waktu, kelas online mulai tumbuh, ada perangkat, jaringan, tapi metodenya belum siap. Karena dipicu oleh berbagai latar belakang, seperti usia, penghasilan, ekonomi dan teknologi.
Dan yang terakhir, selain perangkat, jaringan, metode, dan juga motivasi. Karena belajar online di rumah, konsentrasi anak-anak yang berpikir di rumah itu fungsinya untuk bermain dan istirahat, jadi belajar di rumah menjadi tidak fokus.

Identifikasi Masalah dalam PJJ
Yuk mari kita bahas masalah dari berbagai sisi ya; guru, siswa dan orangtua.
SISWA
Anak-anak tidak ada motivasi belajar, tidak ada yang menjadi kompetitornya dalam belajar, hanya sendiri, jadi tugas yang diberikan terasa berat, karena berbeda antara tujuan pengajar dan orangtua.
Kemampuan anak menggunakan smartphone juga masih minim. Siapa yang bilang semua anak-anak itu bisa menggunakan smartphone dengan baik? Hohoo tidak semua. Karena saya merasakan sendiri, si Narend itu piawai dengan gadgetnya ya baru-baru ini saja karena pandemi. Biasanya dia tidak terlalu antusias dnegan gadget.
Anak-anak juga jadi lebih banyak bermain games di gadgetnya saat belajar online. Karena paradigma gak sekolah = libur, masih tertanam di benak anak-anak.
Kurang sosialisasi jadi membuat pembelajaran terasa berat.
Lalu pembelajarannya juga monoton, jadi anak-anak gak ada motivasi belajar. Tiap hari mengalami hal yang sama 🙁
ORANGTUA
Oke dari sisi orangtua juga ada. Dari berbagai latar belajang dan ekonomi keluarga menambah kompleksnya drama PJJ 😀
Pertama, soal kesiapan fasilitas, belum tahu secara rinci platform dan troubleshooting, perilaku anak, perbeeaan pola target pembelajaran antara guru dan orangtua, belum menjadi motivator. Anak-anak jadi tidak disiplin belajar, padahal waktu yang dimiliki oleh orangtua terbatas. Sebentar-sebentar harus memantau keadaan anaknya, apakah masih stay di depan meja belajar, atau malah udah tidur-tiduran di kasur dan gak belajar? 🙂
GURU
Guru juga mengalami kendala, saya dengar sendiri dari gurunya Narend soal PJJ ini 🙂
Pertama, pola pemberian materinya ini bagaimana? Platform apa yang akan dipakai? Dulu waktu awal-awal sempat bingung, platform apa yang akan dipakai. Para orangtua dan guru sempat voting waktu itu. Dan akhirnya terciptalah seuah keputusan bahwa anak-anak belajar menggunakan aplikasi Google Meet, Google Hangout, dan Google Classroom. Khusus untuk pelajaran PJOK semua tugas disubmit melalui Google Drive (karena semua file berupa video praktek).
Apalagi dengan berbagai latar belakang dan usia guru, masih banyak guru yang belum memahami soal trouble shootingnya, bagaimana menciptakan bonding antara guru dan anak hanya dengan video call saja, kreativitas guru juga diuji supaya anak tidak bosan, dsb.
Tapi seiring berjalannya waktu, hal tersebut menjadi hal yang biasa. Tapi tetap saja, itu masih merupakan masalah yang belum terselesaikan.
Bagaimana Dengan Indikator Nilai Siswa?
Kalau belajarnya dengan kondisi yang sama, terkadang masih dibantu oleh orangtuanya, bagaimana dengan standard nilai anak-anak? 🙂 Menjadi masalah baru untuk guru, karena setiap penilaian ada standard prosesnya.

Bagaimana Peran Orangtua, Guru, Siswa
Orangtua bisa menjadi pembimbing, fasilitator, pengawas dan juga motivator.
Guru terutama wali kelas bisa menjadi guru pamong, pengawas, guru dan juga motivator.
Serta siswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, inovatif, inquiry dan juga bisa berkomunikasi dengan baik.
Dampak Positif Pandemi Terhadap Dunia Pendidikan
PJJ tidak melulu bicara soal dampak negatif, ada juga dampak positifnya, apa sajakah itu? Yaitu pengembangan karakter, kreatif, pendidikan dan juga dari sisi orangtua.
Hybrid Learning
Kalian sudah tahu bahwa per Juli 2021 besok pemerintah menetapkan keputusan bahwa akan dilakukan pendidikan tatap muka terbatas? Tapi tentunya melalui beberapa syarat seperti :
- Sekolah yang divaksin wajib membuka kelas tatap muka terbatas
- Pembelajaran tatap muka terbatas yaitu kombinasi antara tatap muka dan juga PJJ
- PJJ ada pembatasan sebanyak 50% dai jumlah siswa per kelas.
- Orangtua bisa memilih anaknya melakukan tatap muka terbatas atau masih PJJ
- Wajib mematuhi protokol kesehatan
Hal-hal Yang Disiapkan Orangtua
Apa aja yang harus disiapkan dari sisi orangtua?
- kita mulai mencari tahu aturan tatap muka terbatas bagaimana yang diterapkan di sekolah anak kita
- Mulai disiplinkan kembali jam tidur dan jam bangun anak
- Orangtua masih tetao harus mengawasi PJJ dan tetap memfasilitasi kebutuhan PJJ dengan lebih cermat dan cerdik.
- Mengajarkan protokol kesehatan kepada anak untuk jangan minta makanan atau minuman dengan temannya, jangan berpelukan, jangan juga bergantian masker.
- Mulai mengurangi main game, mulai memberikan kegiatan after school activity offline.
Sistem Pembelajaran : Harian, Praktek dan Ujian
Sistem pembelajaran online yang Narend alami sekarang tidak jauh berbeda dengan sistem pembelajaran sekolah anak lainnya. Mulai dari tugas harian, praktek dan juga ujian.
Untuk tugas harian semua pekerjaan dilakukan dengan mengerjakan tugas yang ada di buku paketnya, menjawabnya di buku tulis dan ditulis ulang.
Untuk tugas praktek, biasanya dilakukan dengan rekam video. Tugas praktek ini untuk mata pelajaran bahasa indonesia (membaca), PJOK atau juga agama islam (membaca Iqro). Atau tugas praktek lainnya, misalnya membuat sebuah prakarya, setelah dibuat, hasilnya difoto lalu dikirim menggunakan Whatsapp.
Sedangkan untuk ujian (semester), dilakukan menggunakan Google Form. Jadi si anak menjawab soal ujian menggunakan aplikasi. Khusus untuk ujian akhir, Narend menggunakan lembar soal yang nantinya dikerjakan langsung di lembar soal tersebut.

Terkadang dapat soal seperti ini suka bingung, soalnya ini gak bisa langsung dikerjakan, jadi cara yang paling simple adalah dengan soalnya diprint terlebih dahulu, lalu diisi menggunakan pensil (manual), lalu hasilnya kemudian difoto, lalu dikirim via whatsapp.
Sungguh ribet! 🙁
Karena gak setiap saat saya bisa ke tukang fotokopi cuma buat ngeprint aja, karena di rumah saya gak punya printer, jujur aja punya sih printer, tapi tintanya udah kering, dan gak bisa ngeprint dengan optimal. Printer model jadoel.
Plus soal waktu juga, untungnya sih sekarang suami lagi WFH, jadi bisa dimintai tolong, kalau gak ada, saya gak bisa keluar, gak punya motor juga, jadi repot 🙁
Paket Belajar Online Faber Castle
Untunglah sekarang sudah ada Paket Belajar Online dari Faber Castle. Untuk paket belajar ini sudah mendapatkan :
- 1 buah serutan
- 1 buah penghapus pensil
- 1 buah stylus
- 1 buah pensil 2B
- 1 buah pensil case
Lengkap ya, jadi anak bisa langsung belajar online.
Harganya 20-30ribuan.

Stylus Penyelamatku!
Dan yang bikin saya happy, di dalam paket belajar ini ada stylusnya. Jujur aja ini jadi penyelamat banget, bukan hanya dari sisi anak, tapi juga orangtua. Jadi hemat waktu, hemat biaya juga. Terima soal bisa langsung dikerjakan melalui aplikasi. Gak perlu lagi ngeprint, foto, and kirim ke google classroom atau google drive atau WA

Cara Penggunaan Stylus Faber Castle
Cara penggunaannya juga mudah banget si,
Saat saya memperkenalkan stylus ini ke Narend, dia happy banget! 🙂 Baginya belajar online jadi hal yang menyenangkan katanya 🙂

Belajar Online Jadi Menyenangkan
Karend Narend sekarang sedang giat-giatnya memggambar desain menggunakan Canva dan coluring, jadi ada stylus ini jadi memudahkan katanya 🙂

Stylus Jadi Multifungsi
Ohya, stylus ini gak hanya bisa dipakai untuk anak-anak, tapi orangtuanya juga bisa lho. Kelebihan stylus ini :
- Bisa dipakai untuk menulis, tanda tangan, colouring, dan scroll halaman di smartphone. Penting banget nih, kita bisa langsung sign in surat atau form yang harus dilengkapi.
2. Stylus bisa dipakai di semua merk smart phone
3. Ujung stylus ini lembut jadi gak merusak layar smartphone kita
Beli Dimana?
Tersedia di beberapa e-commerce (Shopee, Lazada atau Tokopedia).


Finally tibalah di akhir tulisan saya. Honestyly saya senang sekali ikutan webinar bersama Faber Castle kemarin, karena materiya benar-benar relate banget dengan apa yang saya alami saat ini. Karena ternyata bukan saya aja yang mengalaminya, tapi seluruh orangtua yang ada, mengalami hal yang sama, yeah, I’m not alone 🙂
Dari webinar tersebut, saya bisa menyimpulkan bahwa, setidaknya walaupun belajarnya online, anak-anak masih belajar di rumah aja, kita sebagai orangtua wajib banget memfasilitasi mereka, setidaknya walaupun tidak ada smartphone yang high-end, tapi kita bisa memfasilitasinya dengan berabagai peralatan dan perlengkapan yang memadai untuk belajar onlinenya seperti paket belajar dari faber castle ini. Nah, selanjutnya tinggal perbanyak sabar aja deh untuk para orangtua, dan sebisa mungkin kita juga belajar menjadi motivator bagi mereka, supaya belajar onlinenya juga menjadi moment yang mengasyikan bagi mereka. Karena masa ini bisa saja tidak akan terulang kembali 🙂
Untuk info lengkapnya, kalian bisa websitenya faber castle di www.faber-castle.co.id ya.
Semoga bermanfaat! 🙂
Seruuu banget kalo ada stylus faber castle ini
Belajar PJJ jadi makin FUN ya Mak.
Karena memang, kudu diakui PJJ ini menguras emosi jiwa, baik murid, ortu, maupun guru 😀
Kalo ada piranti yg bikin hepi, hayuklah mari cuss kita beli!
ener2 fun, jadi bisa buat apa aja soalnya. Bisa buat coluring jugaaaa :)))
jadi saat dia bete sama pelajarannya, gak hanya main games, tapi juga bisa belajar yg lain di gadgetnya :))
Haduduu memang ya pembelajaran anatar PTM dan PJJ masih menjadi obrolan yang seruu dan ga ada habisnya. Apalagi melihat kondisi saat ini, hiks keknya lebih aman PJJ dah.
Alhamdulillah, kehadiran paket belajar online faber castle mendukung banget kegiatan anak2 dalam hal PJJ. Stylus menjadi sahabat nihh ya buat Narend dan emaknya memfasilitasi dengan ide2 yang keren , kreatif pula.
Akuu belom nemuu euy di Bandung, penasaran pen pake juga atulah , hihiii.
Membantu yang khususnya tinggal di pelosok sih kalo kubilang. karena isi paketnya sudah lengkap isinya.
Sebagai orang tua memang masih khawatir dengan pembelajaran tatap muka untuk keadaan seperti sekarang ini. Tapi anak saya lebih senang belajar di sekolah, karena lebih ngerti kalau diajarin langsung oleh gurunya, katanya hehehe
Berhubung keadaan belum membaik, memang sebaiknya ditahan dulu ya, lebih baik online dulu aja.
Eh itu jadi ingin punya Stylus Faber Castle juga, deh! Selain untuk alat belajar anak juga bisa dipakai kita ya, misalnya kalau ada dokumen yang perlu ditandatangai. Lebih praktis pakai Stylus Faber Castle
Bener mba, kayaknya kudu ditahan dulu, lebih aman online kayaknya sekarang.
Sebelum paket belajar online faber caste ini leluar, aku sudah lebih dulu punya produk stylus faber castell tapi yang versi bolpoin mam. Karena stylus lama hilang sekarang aku pakai stylus versi paket belajar ini. Keduanya cukup nyaman digunakan. Empuk, jadi ngga bikin layar gawai kita lecet.
Waaww, udah punya ya? Multifungsi ya :)) dan nyaman digunakan.
Pas tahu kalau ada paket belajr Fabel Castell ini aku kira harganya mahal. Eh harga terjangkau dan mnurutku berfungsi banget
hiihii iya, aku pikir juga awalnya mahal, karena kupikir harganya sama kayak harga stylus hape gitu :))
gak taunya sangat terjangkaaaau…
Anakku mau masuk SD, nih. Kemarin waktu ambil seragam gurunya ngasih info bahwa pembelajaran tatap muka sepertinya akan ditunda dulu mengingat kondisi saat ini. Syukurlaaah.
Sejujurnya meski pembelajaran dilakukan secara online aku tetap deg-degan, mengingat kurikulum SD tentunya beda jauuuh sekali dengan sekolah TK. Jadi aku mulai mempersiapkan anakku dan tentunya diriku sendiri untuk menghadapi segala tantangan ini.
Kemarin sempat lihat di instagram nih stylys Faber Castle, aku langsung tertarik euy mau coba beli. Dari artikel ini jadi makin yakin mau check out di Tokopedia.
Bener, kita kudu menyiapkan diri segala tantangan ini ya. belajar online lagi, kudu sabar lagi, manajemen emosi yang baik juga :))
Samaa, aku di rumah gak ada printer, ada tapi sudah rusak haha, jadi paling ribet memang kalau anak ada tugas sekolah yang disuruh ngeprint. Duh harus pergi ngeprint dulu, mana jauh lagi tempatnya dari rumah.
Bener-bener membantu sekali ini stylus faber castle untuk PJJ ya, aku mau beli ah buat anakku.
Hihii kirain aku doang yg gak punya printer di rumah :)))
Selama PJJ ini dokumen kertas anak-anak tuh jadi banyak banget, Mbak. Jadi boros kertas dan printer terutama untuk soal-soal. Jadi pengen beli juga nih paketnya Faber Castle biar nggak perlu ngeprint soal-soal lagi. Tinggal kerjain di gadget dengan bantuan stylus pennya, ya. Kalau dokumen digital gitu juga lebih gampang ngirimnya ke guru, kan.
Kok samaan ya sama kayak aku :)) AKu juga selama pandemi jadi sering ngeprint2 :))
Entah soal dari sekolah atau soal yg aku buat :)) Mana aku gak punya printer lagi, jadi repooot -_____-
wah Faber castle ini emang uda recomended banget ya
sekarang karena musimnya pjj maka emang paling pas ada stylusnya ya mbak
ini bisa untuk hp android jenis apa saja kah
Yes, you’re not alone, sama kita…Meski kalau anak lebih besar beda tantangannya. Tapi apapun orang tua bertanggung jawab termasuk dalam menyediakan fasilitas PJJ. Sehingga anak bisa menjalani dengan lebih happy. Dengan memiliki Faber Castle set ini, misalnya. Harganya sangat terjangkau tapi manfaatnya sungguh wow!
Hihiii sama aja ya, beda usia, beda juga tantangannya ya.
Pembelajaran jarak jauh ini mengajarkan banyak hal kepada anak-anak dan orangtua juga. Tentang adaptasi, tentang teknis yang berkaitan dengan teknologi dan internet, tentang kesabaran dan lain-lainnya. Komplit wis. Dan senangnya, paket dari Faber Castle semakin melengkapi dan memudahkan saat-saat PJJ seperti sekarang ini. Anak-anak makin semangat belajarnya 🙂
Bener banget mba. Karena sistem dan metode kita belum siap.
PJJ dari sudut pandang saya sebagai guru adalah kurang efektif. Bagaimanapun, bertemu siswa jauh lebih efektif dibanding dengan bertemu secara online saja, tapi inilah realitanya, kita harus menerima ini dan menyesuaikan diri.
Semoga dengan adanya Faber Castle ini, PJJ bisa berlangsung sedikit efektif dan menyenangkan.
Betul mba, PJJ memang kurang efektif. Tapi di beberapa negara sudah diterapkan lho metode PJJ ini. kalo untuk anak usia SD, SMP kayaknya kurang efektif ya. Tapi kalo usia SMA dan kuliah kayaknya udah bisa belajar mandiri ya.
Semua yang di lakukan pasti yang terbaik.apalagi membeli paket fabel castle. Satu tempat sudah komplit dan ngajarin anak dislipin. Maklum anak suka kehilangan pulpen, serutan dsb
PPJ dan PTM ini memang seperti simalakama saat ini ya mbak. apalagi sekarang mulai naik lagi pasien terpapar covid-19. jadi sepertinya akan dilanjutkan lagi PJJ entah sampai kapan. Alhamdulillah faber castell dengan inovasinya membuat belajar online jadi lebih menyenangkan. saya juga terbantu dengan stylus itu mbak, secara jari kayak jempol semua wkwkwk
Aku malah galau, antara anak lanjut ke TK B atau belajar di rumah aja, gitu. Itu yang stylus asyik bangett buat belajar anak2. Ada tambahan semangat belajar pasti.
Eh, nama anak kita samaan ya, Narend. hihihi.
menurutku PJJ ini masalah adaptasi aja sih. Walau banyak kekurangannya tp kelebihannya nggak sedikit. Salah satunya kita sebegai orang tua jd bs lebih involve ke pendidikan anak juga. Aku mau beli stylusnya juga ah. Btw harganya Rp 30rban itu dapet sepaket ya ?
Aku jadi takut untuk mengantarkan anak-anak PTM.
Karena di Bandung kini kasusnya meningkat lagi.
Sepertinya aku membekali dengan peralatan canggih dari Fabel Castell aja gini yaa.. Bagus dan praktis, bisa di semua gadget pula.
Wah iya, Bandung zona merah lagi ya.. 🙁
Semoga gak lama2 ya keadaan seperti ini 🙁
Paket belajar dari Faber Castell ini sangat bermanfaat ya. Waahh Narend seneng dong bisa gambar dengan lancar pake stylusnya.
Untuk maminya juga pas banget ya saat harus ttd online gitu. Bisa juga untuk bikin check list di aplikasi lainnya.
Sedih banget kasus positif melonjak naik bahkan lebih tinggi dibanding ketika awal pandemi. Padahal anak2 udah happy banget juli nanti mulai masuk meski cuma seminggu sekali. Tapi melihat kondisi sekarang, akupun ngeri melepas mereka PTM. Jadi harus bersabar untuk terus PJJ.
Ngomonongin stylus, baru tau loh klo faber castel ngeluarin produk kayak gini. Bener2 kepake banget.
Memang PJJ kemarin banyak banget kendalanya ya Mba. Salah satunya sama media pembelajaran. Stylus ini inovasi yang memudahkan siswa buat belajar online.
Inovasi baru stylus dari Faber Castell ini membantu banget proses pembelajaran daring atau PJJ.
Yang pasti Kita semua berharap pandemi ini segera berlalu dan keadaan cepat pulih
Enak belajarnya kalau pakai ini soalnya berasa banget kalau ada yang belajar kurang pasti pas milih2nya begitu
Pakai stylus ini dukung banget belajar online siswa ya pas buat tar lagi masuk sekolah
Saya senang punya stylus ini bahkan beli dua agar saya dan anak tidak saling menunggu ketika menggunakan. Harganya juga sangat terjangkau bahkan dapat harga jauh di bawah harga standarnya ketika perayaan ultah Faber-Castell bulan ini
Wah baru tau nih faber castel punya stylus jugaaa.. harganya juga masih terjangkau ya maaak..
Wah aku baru tau faber castell punya stylus nih, kece ya maaaakk.. harganya terjangkau juga yaaa
Ngebayangin beratnya PJJ, terutama untuk orangtua. Tahun lalu jadi pelajaran, banyak hal yang harus dipersiapkan untuk PJJ tahun ajaran baru. Termasuk untuk urusan peralatan tulis dll.. Boleh juga ini Stylus Faber-Castell. Aku juga punya, anakku jadi demen banget nulis pakai stylus