Infographic%2B%2528Woman%2527s%2BProblem%2529.JPG

Lifestyle vs Investasi

Tersentak gara-gara kultwit ringan mba Claudia Kaunang malam ini. Soal THR. Ada yang udah terima dana THR? Ada beberapa kantor yang membagikan THR di minggu-minggu ini. Tapi kalau kantor suami sih THR dibagikannya 2 minggu menjelang lebaran. Alhamdulillah. Karena masih bisa saving lebih banyak 🙂
Tapi gimana dengan yang dibagikan minggu ini ya?

Beberapa hari yang lalu juga, saya mendengarkan paparan singkat talkshow dari mba Prita Ghozie, sang Financial Planner andalanku. Bahwa mulai bulan depan kita akan memasuki bulan yang penuh akan godaan. Mulai dari godaan nafsu berbelanja karena akan semakin banyak tawaran great sale dimana-mana. Lalu tawaran berbuka puasa diluar akan semakin kuat. Orang akan semakin malas masak di rumah. Berarti akan terjadi over budget dong di bulanannya?

Sebelum menggunakan THR, ada baiknya kita flash back dulu beberapa minggu :
1. Ada gak kita merasa memakai uang tabungan terlebih dahulu untuk kepentingan lebaran? Kalau ya, berarti saat kita menerima uang THR, sebenarnya porsinya sudah terpakai duluan. Jadi jangan merasa, ahh uang THR kita kan masih banyak?
2. Rincikan barang-barang kebutuhan yang akan dibeli saat setelah terima gaji dan THR, yang nominalnya lumayan besar?
Seperti : beli koper untuk liburan, atau beli kamera dan sebagainya. Dirincikan tuh satu-satu. Kalau saya sih 1 bulan sebelum terima gaji dan THR sudah dibuat listing barang-barang apa aja yang akan saya dan suami beli. Jadi gak ada lagi merasa saat terima THR, dana saya masih banyak aja nih 🙂
3. Hal-hal kecil yang kita belanjakan kalau dikumpulkan bisa jadi besar. Misalnya 1 pasang baju, sepatu, parfum, makan-makan di resto, dan sebagainya.
4. Lalu kalau ada yang hobbynya jalan-jalan, jangan lupa tuh dialokasikan juga. 
Tapi semua kembali lagi ke prioritas. Ada yang sukanya jalan-jalan, dia akan alokasikan dananya ke travelling. Tapi kalau hobbynya shopping, alokasi dananya untuk beli baju dll. Yang penting, apa yang kita belanjakan bisa menghasilkan.
Kata mba Claudia Kaunang (as a travel blogger), 

Travelling membuat saya lebih smart membelanjakan sesuatu. Smart juga menentukan prioritas dan mengatur investasi.

Bisa jalan-jalan bisa menabung, bisa investasi bukanlah perkara besar. Tapi gaya hidup. Ada banyak orang yang punya gaji besar tapi gak bisa tiga-tiganya. 

Tapi ada juga yang gajinya biasa aja, tetap bisa jalan-jalan secara bertahap, bisa nabung sedikit demi sedikit dan bisa investasi kecil-kecilan. Yang penting niat dan usaha.

Jadi kalau ada yang ngeluh gak bisa jalan-jalan, gak bisa nabung, gak bisa investasi, karena gaji kekecilan, coba cek dulu gaya hidup. Berapa cangkir kopi kondang setiap minggu?

Selalu ada jalan buat orang yang mau usaha. Jalan-jalan bisa, nabung juga, investasi juga, ketiganya pun bisa. Langkah awal : buat tabel pendapatan dan pengeluaran. 

Dari tabel itu bisa diliat kita banyak keluar uang untuk apa. Dan mulai sekarang dikurangi deh pelan-pelan. 

Jadi inget deh dulu, saya dan suami sering banget nongkrong berlama-lama di coffee shop. Setiap bill yang keluar berkisar minimal 70ribu. Isssh lumayan banget ya? Dan ini kita lakukan seminggu bisa 3-4 kali. 
Tapi sejak ada wifi yang ngebut di rumah, trus saya juga udah bisa bikin and ng
emix kopi ala cafe di rumah, jadinya saya jarang ke coffee shop. Apalagi sejak ada Narend. Jadinya membatasi sering-sering keluar rumah (coffee shop ini). Ke coffee shop saya jadi 2-3 kali saja dalam sebulan. Dan itu juga kalau kitanya lagi suntuk di rumah, butuh suasana, bukan butuh koneksi cepet 🙂
Ternyata memangkas dana dari lifestyle itu ngaruh banget loh. Mending juga saya beli kopi sachetan yang import, lalu saya ngemix sendiri dengan cara ala-ala barista dengan belajar otodidak melalui youtube deh 🙂
Oya, kalau soal investasi, saya sih udah mulai ‘niat’ memisahkan dana bulanan dengan dana hibernate alias dana yang gak diotak atik untuk investasi. Alias saya dan suami harus punya 1 rekening baru. Katanya financial planner sih, kalau perlu jangan bikin kartu ATM nya. Karena bisa aja sewaktu-waktu diambil karena kepepet. Ahh tapi saya gaklah insyallah. Karena saya teliti dalam hal menyimpan uang. Buktinya, uang arisan aja dari 3 tahun lalu masih tersimpan di dalam laci rapih jali gara-gara saya mau jadikan itu tabungan. Tapi baru tadi sore saya bongkar laci, ahahaa ternyata masih aja ada ini uangnya. Ahhh lumayan kan ada dana darurat kalau akhir bulan uang gak ada 🙂
Okee.. segitu dulu tips yang bisa saya sharing.
Kalau kamu, cara mengelola THRnya bagaimana? Share ke aku yaa…

9 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *