Menuju%2BSummarecon%2BDigital%2BCenter_01.JPG

Kulineran Mobil Ala Food Truck Digitalicious di Summarecon Digital Center 2015

WHERE THE MOST LIKED FOODTRUCK & IT – GADGET MEET

Sabtu pagi yang cerah, hari yang pas untuk keluar rumah. Pagi itu ceritanya saya sedang santai di rumah. Sambil memainkan gadget, seperti biasa saya langsung main twitteran. Tiba-tiba gak sengaja saya melihat tweetnya Summarecon Digital Center Serpong (selanjutnya saya sebut SDC Serpong) mengadakan event Blogger Gathering. Wah, langsung aja saya kepoin timeline-nya SDC Serpong 🙂

Lagi kepoin twitternya @SDCSerpong – Doc: Pribadi

Karena penasaran, dengan event Blogger ini, langsung aja saya menuju website Summarecon Digital Center, wah ternyata mulai tanggal 27 Maret 2015 sampai 5 April 2015 disana sedang diadakan Food Truck Festival Digitalicious 2015

Iklan Food Truck Festival Digitalicious 2015 di website SDC Serpong – Doc: Pribadi

Saya pantengin website Summarecon Digital Center, dan violaaa, ternyata memang ada panggilan untuk blogger 🙂 pantesan di Timeline Twitternya @SDCSerpong ada undangan khusus blogger 🙂

Blogger Writing Competition di website SDC Serpong – Doc: Pribadi

Tak puas dengan websitenya dan twitter @SDCSerpong, saya buka juga facebook SDC Serpong, and ternyata ada jadwal acara Food Truck Festival Digitalicious 2015 untuk hari ini.

Status Facebook SDC Serpong khusus acara #FoodTruckSDC – Doc: Pribadi

Sekilas Tentang Food Truck Festival Digitalicious 2015

Food Truck Festival Digitalicious 2015 mengangkat tema karnaval dibalut dengan nuansa digital electro dilengkapi dengan permainan cahaya lampu dan ornamen giant gadget yang dibuat menyerupai aslinya sebagai dekorasi. Untuk jam operasionalnya adalah Senin – Kamis mulai pukul 16.00 – 22.00 WIB dan untuk hari Jumat – Minggu pukul 11.00 – 22.00.

Tahun ini event #FoodTruckSDC berbeda dengan tahun sebelumnya (buat yang belum tahu, #FoodTruckSDC sebelumnya diadakan pada Desember 2014, namun hanya berlangsung selama 3 hari dan jumlah Food Truck yang tidak terlalu banyak). Tahun 2015 dipastikan jumlah Food Truck yang lebih banyak, lebih meriah dan atraktif dengan adanya penampilan dari IM Robot, DJ Performances, dan juga penampilan musisi Indonesia mulai dari Aron ShahabHomogenicBottle SmokerDJ YasminDJ Dipha Barus dan Nugie. Selain itu juga ada pertunjukkan Spectacular Fireworks.

Bersamaan dengan pagelaran acara #FoodTruckSDC kali ini, SDC juga telah menggelar program “Eat Your Noodle Competition” bersama Bakmi Ayam Alok pada tanggal 21 dan 22 Maret yang lalu berlokasi di Ideation lantai 2 SDC. Event ini merupakan kompetisi makan bakmi tercepat yang terbatas untuk 200 pendaftar pertama. Peserta yang berminat telah melakukan registrasi di Outlet Bakmi Alok, SDC mulai tanggal 18 Maret 2015 dengan sebelumnya mengumpulkan 10 stempel dari setiap transaksi di outlet Bakmi Alok. Setelah melalui babak penyisihan dan semifinal dipilih 4 orang finalis yang berhasil masuk ke babak final yang akan digelar saat Food Truck Festival yaitu pada tanggal 28 Maret 2015. Peserta yang berhasil melewati setiap tahap tersebut berhak atas hadiah berupa Iphone6, Samsung Galaxy A5, dan voucher belanja SDC senilai total Rp. 4.000.000. Ahh keren bangetss ya hadiah-hadiahnya 🙂

Sebelumnya saya pernah denger sih Food Truck itu seperti apa. Bayangan di kepala saya itu, para penjual makanan nya disana semua dilakukan diatas sebuah mobil. Entah betul atau gak bayangan saya. Langsung aja kebayang mobil van dan caravan dari mobil VW yang dihias unik dengan kuliner yang unik-unik juga, dan karena suami saya penggemar film, dia langsung bilang “Food Truck itu kaya yang di film CHEF“, oh iya benar Food Truck seperti yang di film itu, ini nih benefit punya suami yang doyan nonton film, jadi saya ada gambaran Food Truck seperti apa.

Film CHEF yang mengangkat tema Food Truck – Doc: filmjunk.com

Karena kebetulan siang itu saya sedang tidak ada acara, okeey saya memutuskan hadir ke blogger invitation di Food Truck Festival Digitalicious 2015 jam 2 siang ini. Saya sudah pernah ke SDC sebelumnya. Tapi dengan menggunakan shuttle bus
dari Summarecon Mal Serpong (SMS). So, karena saya datangnya telat
melebihi jam yang sudah ditentukan, akhirnya saya memutuskan untuk
langsung saja ke Summarecon Digital Center deh (pikir saya dalam hati). Daripada saya ke SMS dulu, jadi makin lama lagi.

Jadwal Shuttle Bus (Dari dan Ke SDC Serpong) – Doc: Pribadi
Perjalanan Menuju Summarecon Digital Center

Akhirnya saya memutuskan langsung ke SDC. Karena waktu itu saya menggunakan shuttle bus, jadi saya agak lupa-lupa ingat arah menuju kesininya. Wah papan nama yang sebelumnya Summarecon Mal Serpong di ganti menjadi SDC 🙂 dan ada banner besar Food Truck Festival Digitalicious 2015 di jembatan penyeberangan.

Kalau bannernya sebesar ini, gak bakal nyasar deh 🙂 – Doc: Pribadi

Tapi tenang aja, setelah memasuki area SMS, spanduk petunjuk SDC juga sudah terpampang kok di tepi jalan.

Papan penunjuk SDC Serpong – Doc: Pribadi

Dengan bermodalkan GPS dan petunjuk jalan, akhirnya tibalah saya di SDC.
Karena jaraknya tidak jauh, hanya membutuhkan waktu 10 menit saja dari
SMS.

GPS Maps menuju SDC Serpong – Doc: Pribadi

Saya dan suami akhirnya tiba di lokasi SDC pukul 14.50 WIB. Saya pikir disini tarif parkirnya sama seperti di SMS yaitu Rp.3000/jam, tapi ternyata masih FREE PARKING disini. Alhamdulillaaah bingits! 😉

Setelah parkir, akhirnya kami langsung saja naik untuk menuju ke area #FoodTruckSDC. Saat sampai diatas, saya langsung tanya ke security mengenai blogger invitation, namun tidak tahu, ya sudah saya putuskan untuk langsung menuju ke lokasi #FoodTruckSDC. Pucuk dicinta ulam tiba, di tengah perjalanan menuju area #FoodTruckSDC, kami bertemu dengan Ayah (Pak Dian Kelana), beserta rombongan blogger lainnya. Waaa alhamdulillahh. We’re not lost in space 😀 Akhirnya saya dan suami bergabung dengan blogger lainnya dalam tour blogger gathering ini dan disambut ramah oleh mba Andien selaku tour guide #FoodTruckSDC.

Destinasi pertama, Scientia Square Park
Untuk sesi pertama mba Andien mengajak kami ke Scientia Square Park. Saya yakin, teman-teman pasti bertanya “Apaan tuh?” Tadi waktu saya di perjalanan menuju SDC Serpong, kami memang sempat melewati Scientia Square Park. Apakah sama? Dalam bayangan saya sih, kalau lihat dari namanya taman yang berbau-bau science. Wahh, saya jadi penasaran juga 🙂
Scientia Square Park (selanjutnya akan saya sebut SQP) adalah taman seluas 1.2 hektar yang dihadirkan khusus di kawasan Scientia Garden. Scientia Square Park dilengkapi dengan berbagai fasilitas diantaranya skatepark, kids playground, amphitheater, workout bars, paddy field, butterfly park dan scientia square hub. Scientia Square Park merupakan tempat yang sesuai untuk pusat aktivitas dan hiburan.
Menurut saya, SQP adalah lokasi yang pas banget untuk anak-anak belajar langsung dari alam. Coba lihat deh tempatnya, go green banget ya. SQP ini memang dikhususkan untuk para komunitas dan juga untuk menyalurkan hobbynya.

Masuk ke Scientia Square Park gratis ya?“, sayangnya tidak gratis, untuk kamu yang datang pas hari kerja cukup membayar Rp.30.000, saat sabtu-minggu membayar Rp.50.000, tapi tenang aja, saat ini masih promo kok (sampai 15 Juni 2015), jadi untuk masuk hari biasa membayar Rp.15.000 sedangkan hari sabtu-minggu Rp.25.000, oya waktu kamu ke area #FoodTruckSDC, ada mobil SQP loh, dimana kamu bisa buat kartu member, untuk bisa masuk ke SQP sepuasnya, mulai dari Rp. 75.000 untuk pelajar, sampai Rp.200.000 untuk sekeluarga.

Harga tiket masuk Scientia Square Park – Doc: Pribadi

Mungkin kamu bertanya, “Kok mahal ya?“, yah mahal itu relatif, mungkin jika kamu belum mengetahui di dalam Scientia Square Park ada apa saja buat kamu itu mahal, mungkin setelah membaca review saya, coba dinilai, mahal atau tidak tiket masuknya 🙂

Oya, setelah kamu membayar tiket masuknya, kamu akan mendapatkan 1 lembar kertas yang akan kamu pakai sebagai gelang masuk, nah nanti yang bagian kiri ada kertas kecil dengan 5 digit angka, akan di sobek oleh petugas di pintu masuk.

Gelang tanda masuk ke Scientia Square Park – Doc: Pribadi

Wahana di Scientia Square Park

Saat dipintu masuk, kamu akan menemui daerah terbuka, coba perhatikan lantainya, dilapisi oleh karet 🙂 lurus saja, kamu akan menemui wahana pertama Gravity Zone, kenapa dibilang gravity, karena di wahana ini kamu akan melawan gravitasi yaitu wall climbing.

Wahana : Gravity Zone

Wall Climbing ini tidak hanya untuk orang dewasa loh, “Untuk anak-anak boleh gak? Apakah berbahaya untuk anak-anak?“, tenang Scientia Square Park
itu wahana untuk keluarga, jadi untuk anak-anak juga aman, coba
perhatikan foto diatas, dibagian bawah (lantai) sudah disiapkan matras
empuk, jadi anak-anak bisa bermain dengan aman, lihat aja deh gimana
anak-anak berebutan untuk manjat dinding, untuk dewasa pun juga tak
kalah, namun untuk dewasa diwajibkan untuk memakai alat pengaman berupa
tali. Gimana tertarik mau Wall Climbing?

Ngeliat aja udah serem, gak berani deh untuk wahana yang satu ini 🙂 – Doc: Pribadi

Disebelah Gravity Zone, ada arena bermain lain dimana kita bisa bermain tiang, bisa main pull up nih 🙂 itu di foto malah ada beberapa anak-anak yang mau naik di atas tiangnya, oya nama wahana ini adalah The Bars, wahana yang terdiri dari beberapa tiang besi, yang bisa digunakan untuk pull up, lumayan kalau mau olahraga sore-sore.

Wahana : The Bars

Lumayan buat kamu yang mau olahraga 🙂 Doc: Pribadi
Nah kalau anak-anak bermain di Gravity Zone dan The Zone, kita sebagai orang tua nunggu dimana dong? Tenang, sudah dipikirkan oleh pihak Scientia Square Park, sudah disediakan saung untuk menunggu 🙂
Enak banget nih, anak-anak main, kita nunggu di saung yang adem 🙂  – Doc: Pribadi
Wahana : Skate Park

Sekarang selepas wahana The Bars, kamu akan melihat lapangan khusus untuk skaters, yaitu Skate Park 🙂 kalau ngomongin Skate Board, jadi inget lagunya Avril Lavigne yang judulnya Skater Boy hihihi, oya kata mba Andien, lapangan skate ini jadi tempat ngumpulnya anak-anak skaters wilayah Serpong loh, jadi buat kamu yang mau nonton, dateng aja hari Sabtu, biasanya banyak yang main skate board 🙂

Skater Boy 🙂 – Doc: Pribadi

Wahana : Amphitheater

Selepas pemandangan Skate Park, kamu bisa “mendaki” ke atas, dan akan melihat lapangan hijau nan luas, di bagian kiri kanan, kamu akan melihat barisan tempat duduk dari marmer, dan dibagian tengah lapangan, kamu akan melihat ada patung Shaun The Sheep 🙂 kata mba Andien, lokasi ini namanya Amphitheater, menurut mba Andien, tempat ini beberapa kali menjadi lapangan opera loh, jadi seni pertunjukan tidak hanya di gedung tertutup, tapi seperti jaman Yunani, di gedung Amphitheater 🙂
Hijau, Luas dan Segar, nyaman banget disini 🙂 – Doc: Pribadi

Nah dari lokasi Amphitheater ini, kamu akan menemukan wahana bermain yang sangat disukai oleh anak-anak, yaitu Universe, Swing & Rigel dan Supernova. 3 Wahana ini selalu penuh dengan anak-anak bermain, terutama hari sabtu sore 🙂 coba liat penampakan fotonya dibawah, asik gak? 🙂

Wahana : Sawah

Dari Amphitheater, kamu akan melihat hamparan sawah yang luas, “Ada sawah di Scientia Square Park?” Yup, disini ada sawah loh, kalau gak percaya coba lihat foto dibawah. Menurut cerita mba Andien, sawah ini di maintain oleh petani untuk memastikan bahwa padi tumbuh dengan normal. Oya, yang menanam padi ini bukan petani loh, tapi anak-anak, “Anak-anak kok nanam padi?“, Scientia Square Park bekerja sama dengan beberapa sekolah, untuk mengajarkan kepada anak, bagaimana menanam padi mulai dari benih sampai jadi padi/beras, jadi nanti saat musim panen, anak-anak yang menanam padi, akan diajak oleh Scientia Square Park kesini untuk panen 🙂

Duduk santai di bale-bale, sambil menikmati hamparan sawah, wah tak terasa ada di tengah kota loh 🙂 – Doc: Pribadi

Wahana : RC Arena

Nah wahana berikutnya, pasti semua anak-anak cowok pasti suka, bahkan bapaknya pasti dukung permainan yang satu ini, ayo tebak wahana apa? RC Arena, yup RC singkatan dari Remote Control, disini kamu akan melihat sirkuit tanah yang berliku-liku, lalu ada mobil remote control yang dikendalikan oleh anak-anak dari atas, untuk mobil remote controlnya sayangnya tidak disewakan oleh Scientia Square Park, jadi buat kamu yang mau kesini ya bawa sendiri mobilnya. Oya, saya ngobrol dengan salah satu anak yang bermain RC yang bernama Dani, ternyata Dani suka dengan RC karena awalnya melihat dari Youtube loh.

Dari foto dibawah, terlihat yang jadi mekanik yah ayah si anak, anaknya tinggal main aja 🙂 ini permainan yang sangat menarik, karena ini adalah wujud kerjasama antara ayah dan anak.

Nampang dulu sebelum cabcus ke wahana berikutnya, nanti baby Narend biar main RC sama ayahnya 🙂 – Doc: Pribadi

Wahana : The Metamorphosys

Wahana berikutnya adalah taman kupu-kupu yang dinamakan The Metamorphosys, disini kita akan belajar proses perubahan mulai dari kepompong, ulat dan menjadi kupu-kupu.

Sebelum masuk kesini, baca peraturannya dulu ya – Doc: Pribadi

Oya disini, penjaga wahana bertugas untuk mencari kepompong yang dikumpulkan dalam 1 tempat, dan dibiarkan untuk stay di tempat itu, alasannya simple, agar tidak mati dimakan oleh predator kepompong. Tempat ini sangat bagus sekali untuk pembelajaran anak-anak secara langsung, terutama dengan alam.

Wahana : Serenity

Nah, selepas The Metamorphosys akhirnya wahana terakhir, dan buat saya, ini adalah wahana yang paling asik, yaitu Serenity, disini kamu bisa memberi makan ikan sambil menikmati hijau pepohonan dari saung yang asik dengan nuansa kayu serta rindang, wah pokoknya kaya pedesaan banget. Untuk saat ini mungkin kita belum bisa memberi makan ikan, namun ke depannya akan ada jadwal untuk memberi makan ikan.

Tak lupa, setelah berjalan-jalan, kita mengabadikan foto bersama di Serenity, lalu di depan logo Scientia Square Park.

Wah seru banget di Scientia Square Park, jadi mau ajak baby Narend kesini 🙂 – Doc: Pribadi
Seruuuu 🙂 – Doc: Pribadi

Gimana setelah melihat seluruh wahana yang ada di Scientia Square Park, harga Rp. 25.000 tidak mahal kan? 🙂 pastinya kalau kamu kesini, dijamin seru dan tak kan terlupakan deh.

Masuk ke Dalam Summarecon Digital Center

Setelah selesai dari Scientia Square Park, akhirnya kami menuju ke dalam mal Summarecon Digital Center, namun sebelum masuk mal, ternyata ada tempat makan yang asik nih, mba Andien menyebutnya Alfresco Dining, bahasa Indonesianya makan diluar.

Asik banget pastinya, makan ditemani bintang dilangit 🙂 – Doc: Pribadi
Selanjutnya kita masuk ke dalam mal, dilantai bawah (Ground), terdapat vendor-vendor handphone besar, seperti Samsung, Nokia, Apple Store, Oppo, dan teman-temannya.

Lantai Dasar – Doc: Pribadi

Naik ke lantai 1, itu tempatnya orang berjualan handphone, aksesoris HP,
Apple Service Center, Komputer, Redemption Counter sampai Management Office 🙂

Siapa yang mau ke Management Office? 🙂 – Doc: Pribadi

Nah dilantai 2, ada juga yang jualan HP, aksesoris HP, Futsal dan yang terpenting adalah area Ideation.

Ada yang mau main Futsal? 🙂 – Doc: Pribadi
Area Ideation, tempat yang asik untuk mencari ide, apalagi internetnya kenceng 🙂 – Doc: Pribadi

Lelang on The Spot at Ideation

Tapi yang saya suka dari area Ideation ini adalah lokasinya enak banget, AC-nya dingin, tempat duduknya enak, internetnya kenceng banget en gratiss, dan yang paling ditunggu-tunggu tiap hari Sabtu dan Minggu jam 6 malam ada Lelang on The Spot, yang kerennya lagi, di sela-sela Lelang on The Spot ada penampilan DJ juga loh, jadi di jamin gak bakal bosen, oya setiap mau lelang, selalu disediakan teh atau kopi hangat loh.

Posisi mupeng banget nih twitteran – Doc: Pribadi

Registrasi Blogger

Ohya, sebelum memulai sesi #FoodTruckSDC, saya diajak ke kantor management terlebih dahulu untuk mengisi form registrasi (maklum tadi datengnya agak telat). Selesai dengan urusan registrasi, kamipun diberikan voucher makan di Foodtruck sebesar Rp. 100.000. Ohya, saya diingatkan oleh mba Andien, bahwa nominal pecahan harga makanan di Foodtruck ini adalah ganjil semua seperti Rp. 31000, Rp. 33000 dan seterusnya, kami disarankan untuk membeli voucher dengan nominal yang lebih kecil. Oya, buat yang suka baca majalah Yuk Makan, ada artikel mengenai SDC loh 🙂

Wah ada artikel soal Summarecon Digital Center di majalah Yuk Makan – Doc: Pribadi

Oke, selesai dengan urusan registrasi, mba Andien menuju ke area Ideation di lantai bawah (grond), mungkin kamu bertanya “Area Ideation itu di lantai 2 atau G sih?“, tenang, ternyata ada area Ideation juga dilantai G, dan jika kamu menuju ke area #FoodTruckSDC, saya jamin pasti akan melewati area Ideation ini 🙂

Baru tau, Ideation itu artinya Idea & Recreation Area 🙂 – Doc: Pribadi

Setelah berkumpul semua, akhirnya mba Andien melepas para blogger untuk bisa mengeksplorasi dan mencicipi langsung kuliner di Foodtruck ini, sekaligus menutup tour the blogger sore itu, “Terima kasih banyak mba Andien, tur singkatnya, padat dan menyenangkan 🙂

Waktunya Sholat Ashar

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB. Saya belum sholat ashar nih. Akhirnya kami memutuskan untuk sholat terlebih dahulu. Lokasi mushola-nya ada di lantai Basement, 1 lantai dengan parkiran motor. Kebetulan barang bawaan kita juga banyak nih, bakalan repot kalau kita kulineran nanti di Foodtruck. Jadi kami putuskan menaruh barang bawaan kita di mobil dan sholat terlebih dulu kemudian lanjut berpetualang kuliner.

Lokasi Mushola berada tepat di seberang parkiran motor – Doc: Pribadi

Waktunya Kulineran Food Truck Festival Digitalicious 2015

Selesai kami sholat, kamipun akhirnya kembali ke area #FoodTruckSDC. Kondisi saat itu sudah mulai ramai pengunjung yang datang. #FoodTruckSDC ini berlokasi di area Parkir Utara dan ada lebih dari 15 food truck yang akan hadir disini. Seperti : Loco Mama, Amerigo, Food Stop Indo, Street Ramyun, Taco Truck, Retro Gourmet, Jakarta Foodtruck, Tabanco Coffee, Road Chef. Gimana, namanya aja udah bikin penasaran kan 🙂

Cara Transaksi di #FoodTruckSDC

Sebelum mulai bersantap seperti saran mba Andien untuk menukarkan voucher dengan nilai pecahan supaya kulinerannya makin nikmat, untuk itu saya menuju kasir, pas di depan kasir melihat tata cara makan di #FoodTruckSDC seperti foto dibawah. Pertama kita mendatangi loket yang ada, lalu menukarkan uang kita dengan kupon makan yang nominalnya sama persis dengan uang cash, setelah itu kupon itu dipergunakan sebagai mata uang untuk bertransaksi di area #FoodTruckSDC, nah jika masih ada sisa kupon, kupon yang dibeli dapat ditukarkan kembali dengan uang cash selama acara #FoodTruckSDC.

Kasir dan Voucher

Ok, saatnya menuju kasir untuk menukarkan uang cash dengan kupon makan, gak sabar untuk mulai merasakan kuliner diatas mobil, coba perhatikan kasir yang ada di #FoodTruckSDC lumayan unik loh, kasirnya berupa gadget canggih, yah karena #FoodTruckSDC diadakan di Summarecon Digital Center, jadi gambar loket kasirnya yah gadget. Jumlah kasirnya ada 8 loket, dan tersebar di tiap penjuru area #FoodTruckSDC. Saya menukarkan uang cash 20rb dengan uang seribuan 20 lembar.

Loket yang unik, well this is when foodtruck meet gadget 🙂 – Doc: Pribadi

Nah setelah menukarkan uang cash dengan kupon, saatnya untuk kulineran 🙂 Waktu kamu dari dalam mal dan menuju ke area #FoodTruckSDC, suasananya seru sekali, kalau biasanya diisi oleh mobil-mobil biasa (yah ini kan sebenarnya parkiran mobil sih) sekarang diisi oleh Foodtruck mulai dari mobil jenis Van, VW Combi, Pickup, sampai mobil anyar seperti Grand Max, nah bedanya dengan mobil biasa, Foodtruck menjajakan berbagai jenis makanan dan minuman dari negara Amerika, Jepang, Korea dan Indonesia.

Ritual saya dan suami, kami biasanya tidak langsung beli, namun kami berkeliling melihat menu makanan yang ditawarkan, setelah ada yang sreg baru deh beli 🙂 Setelah berkeliling sekitar 10 menit, nampaknya hampir semua Foodtruck ramai antrian. Tapi perut saya sudah tidak bisa lagi berkompromi.

Antrian Panjang di @FatBellyTruck

Dari muter-muter #FoodTruckSDC antrian di Foodtruck ini lumayan panjang, saya berjalan mengelilingi sayap kiri. Wahh disini nampak ada antrian yang panjaaaang banget. Ooh antrian apa ya itu?

Antrian terpanjang di #FoodTruckSDC, @FatBellyTruck – Doc: Pribadi

Ini adalah antrian untuk @FatBellyTruck. Hmm, saya jadi penasaran, ini kuliner apa ya? Intip dari kejauhan, ternyata FatBellyTruc menjual makanan American Food seperti hotdog dan burger yang super duper BESAAAR sekali. Dan warnanya-pun unik, burgernya warnanya hitam. Waaa, sepertinya 1 porsi bisa untuk berdua 🙂

Black Burger ala FatBelly – Doc: Pribadi

Oya, buat kamu yang punya Media Social, bisa Join Path dan Instagramnya di FatBellyTruck, serta follow Twitternya di @FatBellyTruck

Doea Rawit

Oke, saya lanjut berkeliling. Menu Foodtruck yang pertama saya coba adalah di Doea Rawit. Kenapa saya mencoba ini yang pertama? Karena hanya di Foodtruck inilah yang antriannya hanya 2 orang saja. Saya pikir, ah pasti tidak akan lama proses ordernya.

Menu Mie Seduh Tjap Doea Rawit lumayan asik. Konsepnya ini adalah mie goreng atau mie rebus dengan topping yang beraneka ragam. Unik juga nih menunya. Varian menunya adalah Dendeng Balado, Soto mie, Kari Ayam, Rendang Sapi, Spesial Udang, Iga Penyet, Bakso Sapi, Soto Betawi.
Karena saya penyuka pedas, kali ini saya ingin memesan Mie Dendeng Balado IDR 31K. Ahhh dari namanya terbayang rasanya. Mie goreng dengan topping dendeng pedas 🙂

Wahh saat itu cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan deras. Dan saya-pun lupa tidak membawa payung. Beruntung saat itu saya sedang berada di dalam tenda Foodtruck Doea Rawit sambil menunggu pesanan saya selesai dibuatkan.

Wah, ternyata lumayan lama juga prosesnya. Karena hujan semakin lebat, saat itu antrian di Foodtruck ini semakin bertambah. Selesai menunggu kira-kira 10 menit, pesanan sayapun akhirnya selesai juga. Karena di semua meja makan (berkanopi) penuh, akhirnya saya putuskan untuk menikmati makanan ini di depan pintu keluar SDC saja.

Rasanya bagaimana? Hmmm… yang pasti, dinikmati di cuaca hujan dingin-dingin seperti ini, di depan pintu keluar masuk orang lalu lalang, cukup bikin orang menelan ludah melihat menu saya, hihii.. Saya sukses bikin ngiler orang. Tidak jarang orang yang numpang meneduh disitu melongokkan kepalanya untuk melihat makanan yang saya bawa 😀

Oke, beberapa menit kemudian suami saya ikut meneduh disitu. Dan kebetulan dia membawa payung. Okelah kalau gitu, berburu kuliner kita lanjutkan kembali.

Kami menuju ke sisi belakang. Disana ada Foodtruck Dozo Meals. Disini menjual berbagai varian sate-satean.

Menu yang saya pesan adalah Yakitori (dada ayam) dan Negima (paha ayam dan daun bawang. Untuk 1 porsi sate ini diharga IDR 12K. Untuk rasanya? Hampir sama seperti rasa sate pada umumnya. Hanya saja disini 1 porsi sate benar-benar daging ayam dada seutuhnya. Tidak ada kulit atau gajih (jeroan). Cara menikmatinya, cukup dengan kecap dan saos sambal saja. Saya lebih suka Negima. Karena paha ayam selalu lebih nikmat ketimbang dada ayam 🙂 Dan daun bawang yang dibakar ini benar-benar enak rasanya 🙂 Rasanya, 1 porsi Negima takkan cukup 🙂

Oke, udah 2 menu makanan nih yang saya coba. Akhirnya saya berencana untuk membeli minuman. Ahhh nampaknya lokasinya sedikit berjauhan nih, dari posisi saya terakhir.

Nah, Foodtruck berikutnya yang saya kunjungi adalah Pink Kitchen. Disini menjual minuman dan makanan sejenis pasta. Saat itu saya memesan Ice Lychee Tea dan Ice Marshmellow.

Cuaca kembali hujan. Beruntunglah saat itu para pengunjung sudah sedikit ada yang berteduh di depan pintu. Jadi untuk meja makan berkanopi sudah sedikit agak sepi.

Berburu kuliner tetap kami lanjutkan. Foodtruck berikutnya adalah Telap Telep. Namanya cukup unik ya? 🙂 Mereka menyediakan hanya 3 menu saja. Yaitu Nasi Sesat Combo, Mie Ayam Comblang, Roti Semrawut. Saya memutuskan untuk memesan menu Nasi Sesat Combo. Ini adalah nasi yang berisikan daging, salad, mayonaise, timun dengan dibungkus dengan kulit tortilla. Jadi semacam hotdog tapi bahan dasarnya roti digantikan dengan nasi.
Untuk rasanya? Karena ini yang pertama kali bagi saya, jadi menurut saya agak aneh, karena saya terbiasa menikmati salad dengan roti 🙂

Selesai dengan Telap Telep, kuliner kami lanjutkan kembali. Ke Foodtruck yang ada di sebelahnya. Yaitu Chee Gen. Menu yang berbahan dasar Chicken (ayam).

Menu yang kami pesan adalah French Fries rasa BBQ. Penasaran juga sih, apa bedanya sama french fries lainnya? Dan inilah tampilannya..

Wahh, dari tampilannya agak sedikit menelan ludah ya. Kentang goreng berbumbu barbeque.

Sukses satu gigitan pertama masuk ke kerongkongan. Hmm..rasanya? MANTAAAAPPPP!!! Saya jadi ketagihan akut!! Hahaa… akkkk.. enak bangeeet!! Sayangnya saya hanya memesan 1 porsi dan itupun berbagi dengan suami. Karena antriannya lumayan panjang juga saat itu. Gak sampai 15 menit cemilan kentang ini sudah ludes sukses masuk ke perut kami 😀

Hmm.. voucher masih ada di tangan. Hunting apalagi ya? Kamipun berjalan ke foodtruck yang ada di sebelah Doea Rawit, yaitu FatBellyTruck. Saya sempat bercerita diatas bahwa saat saya datang antrian FatBellyTruck ini luaar biasa panjangnya. Okelah, saya pikir cuaca hujan tidak ada antrian, saya coba kesini. Ealaaah ternyata gak ngaruh! Antriannya tetap panjangnya 😀 Hmm.. sayapun akhirnya gagal kedua kalinya untuk antri. Sukses juga nih, tim marketingnya, membuat orang penasaran 🙂

Lanjut ke foodtruck berikutnya.

Cuaca sudah mulai gelap. Dan waktu sudah menunjukkan pukul 6 sore. Jadi saya harus sesegera mungkin menyudahi petualangan kuliner saya hari ini. Tapi, voucher masih ada di tangan. Jumlahnya tidak terlalu banyak sih, tapi cukup PR juga saya bingung mau memilih kuliner mana yang ingin saya coba lagi 🙂

Hmm….. kalau gitu, saya hunting minuman aja deh! Kebetulan saya haus berat nih. Saya butuh yang dingin-dingin.

Sampailah saya di foodtruck The Roffie. Disini menjual aneka macam minuman. Ada yang hot ataupun ice. Ada yang blended, kopi, teh ada disini. Kebetulan saya lagi butuh yang dingin-dingin nih, saya memesan Ice Taro Milk.

Saya sudah pernah merasakan menu Taro Milk di gerai Thai tea lain. Jadi saya ingin membandingkan Ice Taro yang di The Roffie ini dengan yang pernah saya rasakan sebelumnya.

Menurut saya, untuk Ice Taro Milk – The Roffie ini terlalu banyak ice blendednya. Dan karena saya kurang suka dengan rasa susu yang too much, jadi menurut saya Ice Taro Milk ini agak sedikit terlalu banyak komposisi susunya.

Voucher masih ada di tangan, gak habis-habis ya 😀 Tapi jumlahnya tidak terlalu banyak. Wah, saya bingung menghabiskan beli apa.

Hmm.. kami berjalan ke tepi area Foodtruck, disini ada aneka jajanan kaki lima hingga fashion accesories plus community activity lho. Ada nasi goreng, roti panggang, pisang bakar, dan sebagainya. Dan harganyapun tidak mahal lho. Sekitar IDR 20K-an. Hmm, saya jadi ingat Baby Narend di rumah. Ahh, saya mau bawakan sesuatu untuk orang rumah ahh. Dan kuliner yang saya pesan kali ini adalah Nasi Goreng Jowo dan Pisang Goreng Keju Meises.

Pisang Goreng Keju Meises buat cemilan malam 🙂

Dibungkus untuk orang rumah 🙂

Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00. Saatnya kami sudah harus pulang. Wah, tapi saya ingat di depan dekat panggung ada spot mobil bumble bee lucuk, yang belum sempat saya foto. Dan akhirnya saya sempatkan narsis dulu disini sebelum pulang 🙂

Saat kami ingin bergegas pulang, saat itu di panggung sedang ada pelelangan gadget Iphone 6 🙂

Selesai sudah petualangan kuliner Foodtruck saya kali ini. Waah, ternyata begini ya serunya berbelanja makanan diatas mobil 🙂 buat yang belum sempet datang ke #FoodTruckSDC bahkan sampai hari terakhir, mungkin video dibawah bisa mengobati rasa penasaran kamu, gimana sih suasana #FoodTruckSDC saat malam minggu 🙂

Non Food Truck

Oya, selain Food Truck, ternyata ada beberapa mobil yang tidak berhubungan dengan makanan loh di #FoodTruck ini yaitu XL Mobile, Scientia Square Park Mobile, ATM BCA Mobile, Mobil bazaar pakaian. Yuk dinikmati fotonya dibawah.

Mobil non Makanan, mulai dari Provider, ATM sampai bazaar pakaian – Doc: Pribadi

Ohya, saya ada sedikit tips berkuliner ria di arena Foodtruck nih :

1. Memakai Baju yang Nyaman


Pastikan baju yang kamu pakai itu nyaman. Karena ini lokasinya outoor. Pastinya jangan pernah pakai baju yang rempong bin ribet. Sebaiknya memakai celana panjang atau celana model cargo saja. Supaya memudahkan akses mobilitas.

2. Membawa Payung

Pengalaman cuaca tidak bersahabat seharian penuh, nampaknya membawa payung menjadi satu agenda yang wajib. Karena hujan tidak menentu. Bisa saja tiba-tiba hujan, sedetik kemudian panas luar biasa 🙂

3. Membawa minum air putih (cadangan)

Saya termasuk tipe orang yang selalu siap sedia akan air putih, kemanapun dan dimanapun. Jadi, untuk area kuliner seperti ini, sebaiknya membawa minuman setidaknya air botol mineral di tas kita. Karena menghindari antrian di booth minuman yang cukup panjang, sementara kita butuh beli minuman.

4. Datang on weekdays

Sebaiknya datang saat weekdays atau hari kerja. Karena jika weekend, antrian di berbagai booth akan luar biasa panjangnya. Terutama di booth FatBellyTruck 😀

5. Membawa Stroller

Jika masih punya bayi, disarankan untuk membawa stroller, untuk memudahkan kita akses mobilitasnya.

Sampai dirumah sekitar jam 9 malam, tentunya saya tidak lupa memberikan oleh-oleh makanan untuk orang rumah, yaitu Nasi Goreng Jowo dan Pisang Goreng Keju Krezz.

Oleh-oleh istimewa untuk orang rumah – Doc: Maknyuzzzz

Oke, segitu dulu ya cerita saya kulineran dengan Foodtruck ini. Pertama kalinya nih saya berkulineran seperti ini. Dan rasanya seruu banget 😀

Akhirnya kamipun pulang ke rumah dengan hati senang dan perutpun kenyang 🙂

Sampai berjumpa di petualangan dan cerita kuliner saya yang lain ya 🙂

Ohya, jangan lupa, buat yang ingin menikmati kulineran dengan sensasi yang berbeda ala Foodtruck seperti ini, kamu bisa menikmatinya cuma di Summarecon Digital Serpong dari tanggal 27 Maret – 5 April 2015 ya. Jangan sampai ketinggalan 🙂

Salam Kuliner 🙂

Regards

21 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *