Narend pada bulan Feb 2017 lalu genap berusia 3 tahun, dan sudah menjadi kodratnya anak-anak pasti bawaannya mau main … main … dan main ๐ Nah yang jadi masalah beberapa bulan lalu, Narend beberapa kali berbicara “Mamiiii, Narend panas“, mendengar itu, saya langsung mengambil termometer, tapi suhu tubuhnya normal, masih dibawah 37 derajat. Aneh juga sih kalau Narend sampai bilang panas, tapii… setelah saya sadar, ternyata bukannya badan Narend yang panas, tapi rumah saya yang panas. Pantesan aja kalau Narend suka main ke rumah tetangga sebelah daripada main dirumah sendiri ๐
Setelah disadari, ternyata sudah beberapa bulan ini, Narend mengalami :
1. Susah Tidur
Karena panas, sudah jarang Narend tidur siang, pasti kalau siang main terus, dan terkadang malam hari juga Narend tidur sampai jam 11-12 malam.
2. Gampang Sakit
Saya jadi ingat dalam 3 bulan ini, Narend beberapa kali sakit, terutama sakit yang berhubungan dengan pernafasan seperti batuk, pilek
3. Tidak Betah di Rumah
Yang ini tidak usah ditanyakan lagi deh, seusai pulang sekolah, Narend ternyata langsung ambil sepedanya untuk minta main di rumah tetangga. Kalau saya baru saya sadari juga, sering sekali pergi ke mall untuk nulis artikel karena rumah terasa panas saat siang hari.
Setelah berdiskusi dengan suami, ternyata suhu udara dirumah ternyata memang sangat panas, bisa diatas 30 derajat. Dari sini, suami berusaha untuk mencari solusinya, mulai dari majalah sampai tabloid tentang rumah, dari hasil hunting kami, ada beberapa plan yang akan kami lakukan agar rumah yang panas bisa berubah menjadi rumah yang nyaman bagi kami dan khususnya Narend, biar Narend main dirumah aja, gak perlu ke rumah tetangga.
1. Buat sirkulasi lewat jalur atap
Nah ini yang menjadi masalah utama rumah-rumah di Jakarta, banyak rumah yang dempetan kaya pepes, jadi antara rumah satu dengan rumah lain sangat rapat. Belum lagi jarak antara plafon dan lantai sangat rendah, jadi udara berkumpul di dalam rumah secara masif ๐ Untuk itu suami menggunakan cara :
a. Memasang Exhaust di Plafon
Idenya sih simple, melubangi plafon lalu memasang exhaust disetiap ruangan, nah disarankan 1 exhaust fan meng-cover area 16m2
b. Mengganti genting dengan genting ventilasi
Suami baru sadar kalau genting dirumah itu tidak bagus untuk sirkulasi udara, ternyata ada yang namanya genting ventilasi, jika kita pakai genting ini, ada jarak antar genting 1.5m-2m.
2. Perbanyak bukaan dirumah
Kalau tadi kita mengeluarkan udara dari atap, ada ide lain lho, yaitu memperbanyak jumlah jendela atau kisi-kisi udara. Karena makin banyak jendela, itu artinya makin banyak udara yang bisa masuk sehingga sirkulasi udara sangat baik. Nah untuk bukaan disini ada 3 hal yang harus diperhatikan :
a. Posisi dan desain
Pastikan bukaan berupa jendela atau kisi-kisi itu mau diletakkan dimana, jangan asal membuat jendela, jadi pastikan bukaan itu bisa memberikan solusi untuk sirkulasi udara.
b. Ukuran ideal
Memang kalau kita berbicara bukaan seperti jendela, sudah ada ukuran normalnya, namun pastikan jendela yang kamu buat itu ukurannya ideal, menyesuaikan posisi jendela. Jangan sampai jendelanya ukuran besar tapi posisinya langsung tersorot sinar matahari, bisa-bisa mateng deh didalam rumah.
c. Cegah nyamuk masuk
Ini yang perlu diperhatikan, jangan sampai dengan memasang banyak bukaan, malah membuat nyamuk banyak yang masuk, karena itu pasang kawat atau kasa nyamuk sebagai penutup pada ventilasi atau kamu juga bisa menaruk tanaman anti nyamuk (lavender dan serai) di dalam rumah.
3. Pilih genting yang cocok
Kalau di point 1 tadi saya bilang ada yang namanya genting ventilasi, kali ini saya menyarankan kamu bisa memilih genting yang tepat untuk rumah kamu. Nah suami sudah survei ke beberapa toko bangunan, sebenarnya setiap genting yang dijual dipasaran terbuat dari keramik dan sudah memiliki formula anti panas, jadi usahakan genting yang kami beli itu tidak berbahan asbes dan seng karena bisa membuat ruang dibawahnya menjadi panas. Dan ternyata ada beberapa genting dipasaran yang memiliki teknologi yang bisa mengurangi suhu udara didalam rumah 1-2 derajat celcius ๐ Untuk harga, kata suami harganya lumayan murah kok, Rp. 25.000/genting, jadi coba hitung berapa jumlah genting dirumah kamu ya ๐
4. Tambahkan Alumunium Foil dan Cat Pelapis Eksterior
Pasti kamu bingung kan, gimana caranya aluminium foil bisa membantu untuk mengurangi panas? ๐ ceritanya begini, waktu suami mau beli genting kan harganya lumayan mahal tuh, memang sih satuan murah 25.000 aja, tapi kalu dikali 200 kan lumayan mahal ๐ Di salah satu toko bangunan dekat rumah, ditawarkan untuk menggunakan Shine Foil Thermal Insulation, dimana nanti alumunium foil ini dipasang pada genting, harganya sendiri sekitar Rp. 60.000/gulungan, mulai dari 1.2m x 20m sampai 1.2m x 40 m. Nah asiknya, tidak perlu bongkar genting, bisa langsung dilapisi ke genting ๐
Selain itu, di toko bangunan disarankan juga untuk menggunakan cat pelapis eksterior rumah yang memiliki kemampuan memantulkan panas, jadi suhu dalam ruangan bisa turun 5-15 derajat celcius ๐
5. Ganti AC kamu dengan AC Inverter
Kalau 4 point diatas sangat sulit buat kamu, sudah saatnya kamu pergi ke toko elektronik, buat apa ayo? Yah buat beli AC, tapi beli AC kamu harus hati-hati lho, karena tidak semua jenis AC itu cocok untuk rumah kamu. Kalau saya dan suami menyarankan, agar kamu membeli AC dengan Inverter.
![]() |
Oya, untuk terms & condition informasi lomba #BeyondComforting selain bisa dilihat di Facebook fan page-nya Daikin Indonesia, detailnya bisa juga klik disini.
Rumah aku ngablak kalau kata orang betawi belakangnya. Nyamuk tapi nga ada lho karena tanaman anti nyamuk aku tanam. Tapi pilihan ac yang tepat juga akan membuat sirkulasi dalam rumah nyaman ya.
Lama banget nggak ngurusin rumah,sekarang tinggalnya di rumah petak,jendela2nya lebar jadi sejuk.
Catat info lombanya..
Menghemat listrik jadi prioritas bagi Bunda sii, terima kasih nice artikel
rumahku malah dingin apalagi klo malam, gara2 tinggal di tempat dingin. pasang banyak bunga juga bisa buat jadi sejuk.