Serat Hanya Untuk Pencernaan?
Siapa yang disini sering pusing sama anaknya yang gak doyan sama sayur dan buah? Mari sini berpelukan! 🙂 Karena pastinya kita sebagai orangtua suka khawatir, gimana dengan saluran pencernaannya kalau gak mau makan serat? Tapi faktanya ya, jam makan serat itu gak cuma buat pencernaan anak kita sehat, tapi bisa berimpact lain lho. Apa aja sih itu? Yuks mari kita bahas 🙂
Konferensi Pers Peluncuran Jam Makan Serat
hari Kamis 3 Juni 2021 lalu Bebelac Gold mengadakan Konferensi Pers (Virtual) Peluncuran Program Kampanye Jam Makan Serat.
Alasan diadakan kampanye ini adalah karena tingkat kecukupan serat anak Indonesia masih belum memenuhi standard rekomendasi asupan serat harian. Dari data Riskedas (Riset Kesehatan Dasar) tahun 2018, 95,5 persen penduduk Indonesia berusia di atas 5 tahun masih konsumsi serat. Padahal serat adalah salah satu jenis zat gizi supaya sistem pencernaannya bekerja dengan optimal. Karena 70% komponen sistem daya tahan tubuh terdapat sistem pencernaan dan merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh kembang dan kesehatan anak kita. Oleh karena itu konsumsi makan berserat pada anak-anak masih harus terus didorong supaya para orangtua di Indonesia bisa memahami pentingnya pemenuhan serat harian bagi tumbuh kembang optimal anak kita.
Nara sumbernya adalah
- Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, Msc (sebagai ahli nutrisi dari fakultas Kedokteran Universitas Indonesia),
- Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), sebagai dokter spesialias Anak Konsultan dan AHli Gastrohepatologi.
- Shiera Syabila Maulidya sebagai Brand manager Danone Specializied Nutrition (SN) Indonesia. Serta
- Gya Saqidah sebagai artis dan juga ibu hebat (Istri dari Tarra Budiman).

Serat Bukan Hanya Soal Pencernaan
Nara sumber yang pertama adalah dari Dr. dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), sebagai dokter spesialias Anak Konsultan dan AHli Gastrohepatologi. Beliau mengatakan bahwa efek serat pada anak bisa berkaitan dengan kesehatan saluran cerna, bisa mengurangi resiko obesitas, mengurangi resiko diabetes serta memgurangi resiko penyakit jantung.
Apa Itu Serat?
Sebentar, kalian tahu makanan apa saja yang termasuk serat? Serat itu dibagi menjadi 2, tidak larut dalam air (kurang difermentasi) dan juga larut dalam air (difermentasi baik).
Saya bahas satu persatu.
Serat tidak larut air
Komponennya ada selulosa (tanaman sayuran, gula bit), hemiselulosa (gandum sereal), lignin (tanaman berkayu) dan pektin (Buah, sayur, kentang, gula bit, dan kacang-kacangan.
Serat larut dalam air
Komponennya ada gums (polong-polongan, ekstrak rumput laut, dan microbial gums). Mucilages (ekstrak tanaman)
Manfaat Baik Serat
Efek baik serat bukan hanya soal pencernaan, tapi juga bermanfaat untuk metabolisme darah, dan organ tubuh lainnya, seperti :
- memperlambat penyerapan glukosa
- membuat kadar gula darah lebih stabil
- menurunkan kolesterol
- mengurangi resiko penyakit jantung
- menstabilkan tekanan darah
- mengurangi resiko sindrom metabolik dan diabetes
- menambah massa feses
- mencegah konstipasi
- Makanan untuk mikrobiota usus
- membuat usus lebih sehat
- menstimulasi mikrobiota usus menghasilkan asam lemak rantai pendek
- metabolisme lebih baik, anak lebih sehat
Hubungan Pencernaan Sehat dan Kecerdasan Anak
Nah, sekarang kita bahas yuk hubungan saluran cerna sehat dengan kecerdasan anak.
Serat itu adalah sumber makanan mikrobiota usus baik di saluran cerna kita. Sistem pencernaan yang sehat akan membantu fungsi kinerja otak. seperti kita tahu bahwa ada hubungan komunikasi antara otak dan sistem saraf yang mengatur pencernaan, yang dinamakan gut-brain connection.
Lalu hormon yang ada di saluran cerna, metabolisme energi, asupan kalori yang diserap pencernaan, serta kandungan gizi yang terdapat dalam asupan yang dicerna, adalah hal penting terjadinya hubungan yang lancar antara saluran cerna dan otak.
Kalau misalnya saluran cerna kita ada gangguan, nanti saraf akan menyampaikan pesan kepada otak bahwa ada gangguan. Akibatnya otak juga ikut terganggu. Sebaliknya, jika saluran cerna sehat, penyerapan nutrisi optimal, dia akan mengirimkan sinyal ke otak supaya bisa kinerja otak jadi lebih optimal. Selain itu mood anak juga tetap terjaga sehingga anak memiliki daya tanggap yang lebih aktif untuk tumbuh kembangnya.
Itulah sebabnya saluran cerna yang sehat erat sekali kaitannya dengan kecerdasan anak.

Peran Serat Pada Bayi
Bagaimana peran serta serat pada bayi?
Untuk bayi berusia 0-6 bulan mendapatkan serat yang berasal dari ASI. Di dalam asi terdapat FOS, GOS dan laktosa yang tidak dicerna sempurna.
ASupan serat bisa mencegah dan mengurangi gangguan saluran cerna (FGID).
Serat secara tidak langsung bisa mempengaruhi perkembangan saraf, otak, dan sistem imun.
Bagaimana Supaya Anak Mau Makan Serat?
Untuk nara sumber yang kedua adalah Prof. Dr. dr. Saptawati Bardosono, Msc. Beliau membahas tentang strategi supaya anak mendapatkan asupan serat yang cukup.

Menurut dr. Wati serat itu terbagi menjadi 2, yaitu serat pangan dan juga serat fungsional. (Disini saya baru tahu lho bahwa ternyata serat itu dibagi menjadi 2) 🙂
Serat Pangan
Yaitu karbohidrat yang tidak dapat dicerna oleh enzim pencernaan yang merupakan bagian utuh dari tanaman seperti selulosa, hemiselulosa, oligosakarida, inulin, dan beta glukan.
Sedangkan Serat Fungsional
Adalah serat yang ditambahkan pada makanan tertentu yang terbukti memberi manfaat bagi kesehatan. Contohnya serat pangan, serat hewani, atau yang secara komersial diproduksi.
Serat Larut vs Serat Tidak Larut
Lalu bagaimana serat dari aspek kimia, dari sisi fisik dan fungsionalnya? Dibagi dua yaitu serat larut dan serat tidak larut.
Serat Larut
yaitu larut dalam air membentuk jelli kental lalu melewati pencernaan untuk menuju ke usus kecil dan dengan mudah difermentasi oleh mikroflora usus besar yang terdiri dari pektin, gum, dan hemiselulosa.
Serat Tidak Larut
Tidak larut dalam air, tidak membentuk jelli karena tidak larut air dan hampir tidak difermentasi. Contohnya lignin, selulosa dan hemiselulosa.
Hampir semua serat pangan terdiri dari 1/3 bagian serat larut dan 2/3 bagian serat tidak larut.
Jumlah Asupan Serat
Sampai saat ini jumlah asupan serat yang dikonsumsi anak-anak masih kurang dari standard yang ditetapkan. Dan konsumsinya juga dibedakan antara anak perempuan dan laki-laki.

Sumber Serat dari makanan apa aja?
Bisa gandum, buah, sayur, kacang polong,
Pola Asupan Sumber Serat Anak Usia 1-5 tahun
Semakin besar usia anak, jumlah serat yang dibutuhkan juga bertambah seiring pertambahan usianya.
Strategi Orangtua Untuk Mencukupi Asupan Serat Anak
Bagaimana caranya kita sebagai orangtua bisa memastikan anak kita terpenuhi asupan seratnya? Ada beberapa cara :
- Sejak kecil kita perkenalkan semua makanan, dengan demikian si anak akan mengenal berbagai macam rasa
- Mengenal pola asupan gizi makro (energi) berupa karbohidrat 64%, lemak 47% dan protein 58%.
- Mengenal istilah neophobia, yaitu menolak makanan bau rata-rata 11 kali (0-89 kali)
- Mengenal interaksi genetik dan lingkungan dengan mencoba makanan keluarga.
- mengenal penerimaan makanan pada masa anak berupa rasa manis dan familiar yang berjenjang dari sayur, daging, ikan dan buah.
Anak Makan Hebat Cerminan Pola Makan Orangtua Sehat
Sering mendengar kan yah, anak tidak akan jauh perilakunya dari orangtuanya? Nah, sama halnya dengan ini. Kalau kita mau anak kita makan sayur dan buah, kita sebagai orangtua juga wajib banget memberikan contoh.
Anak biasanya hanya mau makan makanan manis dan asin, jarang sekali anak mau makanan yang rasanya asam atau pahit. Sebenarnya sih bisa lho membiasakan anak makan rasa asam dan pahit, tergantung cara pemberian makan anak aja. Tetap mengenalkan beragam makanan sehat berupa sayur dan buah. Nah, selain itu juga kita harus bisa memberikan serat sesuai dengan jadwal dan jenis serta cara yang positif juga, supaya anak mau makan sehat.

Tips Supaya Anak Makan Serat
Anak itu benar-benar mencontoh kebiasaan baik orangtuanya. Kita gak bisa ujug-ujug (mendadak) menyuruh mereka makan sayur dan buah, karena rasanya bagi mereka itu tidak enak. Oleh karena itu kita bisa membiasakan anak-anak makan serat dengan berbagai tips nih, mungkin bisa dicoba :
- Sebagai orangtua kita harus bisa menjadi role model yaitu kita makan serat bersama anak
- berikan sayur pada setiap makan utama anak. Anak tidak mau? Cobalah berkali-kali 😀
- Berikan buah sebagai selingan antara dua makan utama.
- Sediakan bahan makanan kaya serat seperti biskuit, roti dan sereal.
- Tambahkan kacang polong dalam idangan lauk (sup)
- Sediakan produk makanan yang diperkaya akan serat
- Membuat makanan selingan yang mengandung serat.
Peluncuran Jam Makan Serat : Jam 10 pagi, 2 siang dan 8 malam
Selanjutnya nara sumber berikutnya adalah mba Shiera Syabila yaitu Brand Manager for Danone Indonesia.

Kesehatan pencernaan masih belum menjadi prioritas bagi sebagian ibu di Indonesia. Untuk itulah Bebelac melalui acara ini meluncurkan kampanye jam makan serat.
Jam 10 pagi, jam 2 siang dan jam 8 malam
Di jam-jam tersebut kita perkenalkan dengan memberikan buah-buahan , sayur mayur, dan susu tinggi serat supaya pencernaannya sehat dan tumbuh kembangnya optimal.

Tantangan 21 Hari Makan Serat
Bebelac Club mengadakan gerakan “Tantangan 21 Hari Makan Serat” serta modul 21 hari Makan Serat.
Apa tujuan diadakannya gerakan ini?
Gerakan ini bertujuan untuk mengajak anak untuk mengkonsumsi makanan tinggi serat beberapa kali diantara waktu makan, yaitu jam 10 pagi, jam 2 siang dan jam 8 malam.
Kegiatan ini diharapkan untuk membentuk kebiasaan makan serat pada saat makan utama maupun saat snacking untuk mendukung saluran cerna yang baik untuk anak kita.

Dimana Bisa Mendapatkan E-Booklet Ini?
Gak usah pusing menentukan ide untuk resep makanan serat ini, Bebeclub sudah menyediakan modul yang bisa didownload secara gratis. Bentuknya pdf. Caranya, lihat di bio Instagram Bebeclub, nanti teman-teman bisa memilih e-booklet inspirasi menu #21HariMakanSerat.

Ikutan Challengenya
Jangan lupa, setelah download, ikutan juga nih tantangannya, karena akan ada 7 pemenang yang diundi tiap minggu untuk mendapatkan Magnetic Learning Board. Serta ada hadiah utama juga berupa Balance Bike, Tabungan Sekolah total 15 juta dan juga chopper 🙂 Asik kan hadiahnya. Dapat hadiah plus anak kita juga jadi doyan serat 🙂 Manfaatnya double deh 🙂
Untuk info detailnya bisa dilihat di highlight Instagramnya Bebeclub ya.
Cek Kondisi Pupnya
Jangan lupa juga, cek juga kondisi pencernaannya melalui 3 langkah mudah, di www.bebeclub.co.id/tummypedia
yaitu
- Ddeteksi pupnya,
- kalkulator nutrisi untuk menghitung jumlah asupan serat harian anak
- Download hasil pupnya untuk diagnosis awal dokter.
Jadi pada saat control kita bisa bawa deh check up pencernaan anak kita selama 21 hari ini. Jika ada alergi atau ada kendala lainnya, isa langsung dikonsultasikan

Ingat Porsi Piring
Jangan lupa, setiap makan, ingat porsi piring ya, disesuaikan dengan usia.
Untuk Porsi Balita
Makanan Pokok : 35%
Lauk Pauk : 35%
Sayur dan Buah : 30%
Usia Bayi MPASI
Makanan Pokok : 35%
Protein Hewani : 30%
Sayur dan Buah : 25%
Kacang-kacang dan olahannya : 10%
Usia Dewasa
Makanan Pokok : 1/3
Lauk Pauk : 1/6
Buah-buahan : 1/6
Sayuran : 1/3


Saluran cerna sehat, anak hebat.
Aku seneng deh bisa ikut webinarnya, karena jadi tau kalau serat itu sepenting itu bagi anak. Dan jadi termotivasi juga untuk menyediakan makanan tinggi serat buat anak, Resep-resepnya juga inovatif dan menarik ya mbak untuk dicoba, anakku pasti suka nih
Iya bener. Aku juga selalu mengupayakan jam makan serat untuk anak sekarang
Alhamdulillah aku juga ikutan webinar ini, Mbak Oline. Dan baru ngerti bahwa serat manfaatnya bukan cuma untuk pencernaan. Ternyata ada dampak positifnya juga nih untuk daya tahan tubuh dan fungsi otak. Selain itu bisa meminimalisir berbagai penyakit ketika dewasa nanti. Anakku sama sayuran sudah lumayan mau. Di buah-buahan nih yang masih PR.
rata2 memang anak2 susah sekali ya makan serat. Tapi aku yakin kalau dibiasakan lama2 jadi terbiasa ya. Semangaaat :)))
Segambreng alasan buat ngasih anak-anak serat, dan saya baru tahu setelah baca postingan ini. Selama ini, pikiranku hanya serat = pencernaan sehat, ternyata lebih dari itu yang sampe ngaruh ke emosi dan kecerdasan anak. Bagus banget ya mbak materinya.. ^^
Bisa gak yah, Athifah ikutan challange ini, hehehe. dia anaknya makan sayur tertentu saja sih Mba. meski minum susu juga tiap hari
Menarik sekali ya konsep jam makan serat ini. Minimal bisa bikin disiplin konsumsi serat. Sesuai ISI PIRINGKU memang yang terbaik ya. Praktis ga pake ribet
Memang harus dibiasakan ya anak makan serat biar nggak sulit lagi saat besar dan pencernaan mereka lebih sehat, bagus nih kampanye Bebelac untuk pembiasaan pola makan sehat bagi anak
Makananku harus diperbaiki nih. Biar anak juga makan makanan yang sehat sama kayak orang tuanya.
Begitu banyak manfaat serat untuk kesehatan. Jadi, harus membiasakan isi piringku dengan gizi seimbang nih.
Pemaparannya jelas sekali kak Oline.
Jadi bersemangat yang membacanya dan bisa langsung praktek untuk menerapkan jam makan serat yang kompak antara anak dan orangtua.
Bagus juga nih mengetahui jam makan serat, anak jadi teratur makannya. Mau coba deh praktek jam makan serat.
Ah… makasih banyak ilmunya Mbaaaa. Aku kebetulan lagi concern dengan serat, karena aku imunnya rendah tersebab pencernaan bermasalah. Ini lagi proses healing. Sembari mengajarkan ke anak juga. Karena takutnya ada keturunan dari emaknya.
Mau banget ikutan acara ini tapi ga pernah beruntung T.T alhasil ngintip2 tulisan aja. Mudahan next time bisa join di acaranya Bebelac, ilmunya bermanfaat bangettt
Wah memang bener nih aku kurang dalam memperhatikan asupan serat, karena mereka sering pilih pilih makanan
isi piringku ini emang bikin kita aware sama jumlah porsi makanan keluarga
ada jam makan serat juga bikin makan anak lebih teratur serat terpenuhi ya
aku majuin itu anak makan jam 8 jadi jam 7 malam karena biasanya dah bobo
Bener mba. Klo udah seumur anel gini udh susah untuk mulai dibiasain rutin konsumsi serat
Kudu dimulai dari orgtuanya kalo gitu ya 🙂
Anakku suka serat tapi sepertinya neophobia deh, agak kurang suka makanan yang bau bau macem ikan asap gitu-gitu, kalau masak ikan atau ayam harus bener-bener full bumbu baru dia mau makan
Kalo kayak gitu berarti mamanya kudu pinter banget olah makanannya supaya gak bau amis 🙂
Harus didukung ya ini programnya, memotivasi ibu-ibu jadi semangat ngasih asupan serat maksimal buat anak
iyess bener banget mba 🙂