Di tahun 2019 ini adalah tahun ke-7 saya offcially tahun resmi saya menjadi full time blogger. Yes, saya resign dari dunia perkantoran yang sudah pasti menggaji saya setiap bulan dengan nominal yang sangat minim, kini saya memutuskan untuk menjadi seorang blogger yang dimana setiap bulannya penuh ketidakpastian, ya antara penghasilan besar atau besar sekali 😅
Jadi menyenangkan ya jadi blogger itu? Pastinya. Kalau gak, saya gak bakalan bisa survive sampai detik ini 🙂
From Passion to Profession
Kenapa mau jadi blogger? Ya simple aja sih, karena ternyata passion saya menulis, saya senang menulis, dulu saya sering menulis di buku diary, sampai series 1-6, tapi akhirnya dibuang mama. Sampai akhirnya buku diarynya dibuang mama 😭 finally saya akhirnya pindah ke media digital yaitu blog. Sekaligus jadi dokumentasi perjalanan saya. Akhirnya lama kelamaan saya menjadikan blogger jadi sebuah profesi.
Jadi kira-kira begitu ya ceritanya 🙂
Itu sedikit cerita saya, bagaimana dengan cerita perjalanan seorang Ariev Rahman dan Sitta Karina menjadi seorang blogger yang kini blognya sudah dipercaya oleh beberapa brand sehingga mendatangkan pundi-pundi penghasilan?
Oke, akan saya ceritakan di bawah ya 😊
Enjoy your reading 😚
One Day Workshop HIIP Academy #1
![]() |
Ariev Rahman (Doc : Pribadi) |
Materi Pertama by Ariev Rahman
Start di 2012 dan Langsung Travelling ke Turki!
5 Mitos Tentang Travel Blogger
1. Gak perlu waktu yang lama untuk jadi Travel Blogger.
2. Travel Blogger adalah pekerjaan yang mudah dan menyenangkan.
3. Travel blogger enak ya bisa jalan-jalan gratis
4. Travel blogger pasti duitnya banyak.
5. Semua orang bisa jadi travel blogger
Ingat 2 KON : Konten dan Konsisten
Buatlah Konten Yang Menghibur atau Informatif
3 Rahasia dan Aturan Menulis di Backpackerstory
Blogging is About How You Tell Your Story
Consistency is The Key
Find Your Momentum
Be The Best, Or Be The Crazy One!
Materi Kedua oleh Mba Sitta Karina
![]() |
Sitta Karina (Doc : HIIP) |
Apa Syarat Dari Blog Berkualitas?
1. Identifikasi sasaran pembaca
2. Kategori blog yang jelas
3. Konten menarik dan dan bermanfaat
4. Navigasi blog efektif
5. Waktu loading cepat
6. Desain mobile responsive
Gak hanya mobile friendly, tapi juga harus responsive. Karena sekarang trendnya orang sudah membaca melalui smartphone, ini saatnya blog kamu harus bisa nyaman bila dibaca di semua perangkat, terutama smartphone. Kamu bisa cek mobile friendly via google di https://search.google.com/test/mobile-friendly Kalau blog kamu sudah mobile friendly, tampilannya seperti ini.
7. Layoutnya nyaman dibaca
8. Konten rajin diperbaharui
Menurutmu, seorang blogger itu layaknya update blog per berapa kali? Seminggu sekali? Atau bahkan sebulan sekali? 😊 Perlu kamu ingat ya, Google itu sangat menyukai blog yang selalu update, karena kalau tidak, menurut algoritme google, blog kita akan tenggelam diantara jutaan tulisan lainnya. Apalagi kalau tulisan kita tidak ada aturan SEO juga, wah makin terpuruk deh rank blog kita 😒
Kalau mba Sitta, jadwal update blognya seminggu 2x, kerjakan di awal minggu. Karena mba Sitta juga membagi waktu dengan menulis fiksi.
Jadi self reminder nih, karena jujur aja saya gak punya jadwal konsisten untuk update blog. Teman-teman bisa lihat postingan saya di blog ini, terkadang saya bisa update 2 hari sekali, atau tiap hari, atau bahkan 2 minggu berikutnya. Sedatangnya mood saya aja dalam menulis.
9. Ada sentuhan personal
Seorang blogger itu berbeda dengan media lainnya, jadi alangkah baiknya tulisan blogger memiliki sentuhan personalnya. Seperti cara memanggil para readers, atau memanggil dirinya, dsb. Sehingga memiliki ciri khas yang berbeda dari yang lainnya. Misalnyapun kamu sudah menentukan niche kamu apa, tetap harus ada personal touchnya juga.
Tampilan Lay Out Blog CatatanOline
Kalau blog saya tampilannya seperti ini, untuk di desktop dan Android.
Persiapan Monetisasi Blog
Lanjut kita bahas soal monetisasi blog ya. Ada beberapa syarat yang harus kamu lakukan sebelum memulai monetisasi blog
1. Punya blog pribadi
2. Blog terdaftar di Google Search Console
3. Kuasai story telling
4. Rajin ngeblog
5. Jadikan blog sebuah komunitas interaktif
6. Rajin bermedia sosial
7. Konsisten pada kategori blog
8. Traffic terus tumbuh
Ragam Monetisasi Blog
Ada beberapa cara untuk mendapatkan uang dari ngeblog :
1. Sponsored Post
2. Banner Ads
3. Program afiliasi
4. Jaringan iklan
5. Menjual produk dan jasa
Setiap blogger pasti memiliki rate card sesuai jam terbang masing-masing.
Apa Aja sih Komponen Essensial Rate Card?
Rate Card itu adalah daftar harga dan portofolio singkat. Di dalam rate card itu meliputi :
1. Rincian pekerjaan dan harga
2. Profile blogger
3. Informasi singkat seputar blog dan akun media sosial
4. Portofolio pekerjaan
Kalau mba Sitta membuat rate card itu dibedakan antara attendance event dan yang tidak. Kalau attendance pastinya lebih mahal. Kenapa? Ya karena kan kalau kita datang ke event kita butuh yang namanya transportasi, wardrobe (terlebih lagi kalau ada dresscode), make up. Lalu setelah datang event, kita juga harus menulis acaranya. Share juga di sosial media. Nah tuh double kan costnya. Jadi kalau ada undangan sebaiknya dipikirkan lagi worth it apa gaknya datang ke event. Jangan cuma semata mengejar topiknya saja, tapi blogger juga butuh naik kelas. Kalau kamu gak bisa menentukan harga diri kamu sendiri, selamanya kamu gak akan bisa naik kelas.
Lalu Bagaimana Cara Menentukan Rate Card?
1. Bersifat subjektif
Gak ada yang salah, gak ada juga yang paling benar. Setiap orang pasti rate cardnya berbeda-beda.
2. Ukur tingkat kesulitan pekerjaan
Berbagi pengalaman pribadi saya aja. Misalnya aja nih, kita mendapat job dengan paketan, 1 blogpost dan 2 sosial media (instagram story dan Instagram feed), ya harganya sudah pasti berbeda dengan 1 blogpost saja. Apalagi kalau yang diminta artikelnya based on SEO dan harus nangkring di page one, sudah pasti harga yang saya berikan jauh lebih mahal. Belum lagi misalnya diminta paketan (1 blogpost, 2 sosial media, dan 1 youtube), pastinya harganya juga menyesuaikan.
Harga blogpost disertai dengan video di Youtube saya pasti memberikan harga mahal. Kenapa? Produksinya jauh berbeda dengan saya membuat 1 blogpost saja. Saya memasukkan faktor ongkos produksi, listrik dan waktu membuat konten.
3. Perhatikan durasi pekerjaan
Jangan dikira menulis itu mudah ya, kita harus tahu durasi kita mengerjakan pekerjaan yang kita itu berapa jam. Misalnya aja nih, dapat job dengan 750 kata, 2 keyword, 2 backlink, biasanya saya bisa menyelesaikan dengan durasi 2 jam. Nah, harga per 2 jam itulah yang saya berikan kepada klien.
4. Taksir kekuatan personal branding
Apakah kita memiliki personal branding? Jika ya, tunjukan pesonamu! *halaagh* maksudnya, tunjukkan personal branding kamu di dalam tulisan kamu.
5. Hitung ongkos produksi dan biaya pendukung kelancaran kerja
Apa saja yang mendukung kelancaran pekerjaan? Listing semuanya. Sama seperti layaknya kamu buka usaha aja. Misalnya saja ada unsur listrik, internet per 2 jam, waktu. Nah nantinya semuanya dijumlah jadi ongkos produksi. Tinggal kamu lebihkan sedikit untuk keuntungan kamu.
6. Gunakan patokan per 1000 views
Karena ini adalah standard yang bisa kita pakai jika kita ingin memasang banner ads. Dan hampir semua job yang saya terima juga meminta minimal 500-1000 views untuk 1 artikel dalam 1 bulan. Jika memang brand meminta hanya 500 views, harga rate nya bisa kamu sesuaikan. Kenapa? Karena (bagi saya terutama) membuat supaya artikel 1000 views itu tidaklah mudah. Apa yang saya lakukan? Saya share di sosial media, bukan hanya sekedar share, tapi saya juga membuat cerita berupa tautan, dan juga kultwit. Jangan dianggap mudah ya, ini juga menyita waktu kita lho. Setelah itu, saya pasti memasang iklan. Biasanya saya bantu boost dengan pasang iklan di Fanpage dan juga Instagram.
7. Sertakan pajak
Jangan lupa sertakan pajak 2,5% ya. Misalnya job kamu 1juta, tambahkan saja 2,5% nya dari 1juta, jadi 1.025.000. Tapi perlu kamu note juga kepada klien bahwa harga yang kamu berikan sudah include pajak.
8. Pertimbangkan added value untuk klien
Biasanya saya juga memberikan added value untuk klien. Apa saja? Misalnya saya diminta share 2 sosial media, saya selalu memberikan yang lebih. Terutama jika saya menyukai topik atau memang berdasarkan pengalaman pribadi. Saya tidak enggan untuk langsung membuat video di youtube. Lalu saya berikan juga kepada klien link video youtube saya. Biasanya klien langsung menghubungi saya kembali untuk diajak kerjasama. Seperti itu kurang lebihnya 😊
9. Prinsip “win-win solution”
Jangan hanya kita fokus kepada rate yang kita berikan, tapi pikirkan juga apa yang bisa didapatkan dari sisi brand atau kliennya. Jadi sama-sama win-win solution.
Pentingnya Manajemen Media Sosial
Blogger dan sosial media itu ibaratnya pasangan suami istri, ya saling mendukung. Media sosial adalah salah satu traffic blog yang signifikan.
Apa saja komponen sosial medianya? Berapa jumlah followers kamu, jangkauan promosi kamu, serta berapa traffic blog kamu.
Mba Sitta membagi tips cara jitu mengelola akun sosial media :
1. Pilih setidaknya 2 jenis media sosial
Kalau saya sih saat ini lebih concern ke twitter dan Instagram (Video, Stories atau IGTV). Karena kedua media itu masih ‘laku’ di mata brand.
2. Buat bio yang singkat, informatif, dan menarik.
Kalau saya seperti ini, singkat aja.
3. Rajin update konten positif
Supaya blog kita juga memiliki ranking bagus di mata google dan pembaca.
4. Bangun percakapan dengan followers
Jangan update kalau hanya ada job aja ya 😋
5. Hindari atau kelola konflik di medsos seperlunya
Jika ada twitwar atau ada yang sedikit menguras emosi kita, sebaiknya kita tidak ikut-ikutan menanggapi. Karena jejak digital akan selamanya ada. Sebagai blogger penting untuk menjaga image dengan perilaku baik.
Kunci Sukses Monetisasi Blog
Semua orang bisa membuat blog. Tapi tantangannya adalah bagaimana menjadikan blog kita bisa berkualitas dan terus berkembang.
Bagaimana caranya?
1. Target audience tepat sasaran
Cara menemukan audience yang tepat, bukanlah waktu yang singkat. Perlu waktu dan juga trial and eror.
2. Buat konten yang oke secara teratur (on-page SEO)
On-page SEO artinya cara optimasi website kita supaya ramah di mata google.
3. Beri value dan tampilkan ciri khas kita
4. Tampilan blog menarik dan mudah digunakan (on-page SEO)
5. Promosikan konten blog melalui sosial media
6. Perkuat personal branding
Oke setelah bahasan yang panjang lebar, ada beberapa tips yang saya rangkum untuk pembahasan mba Sitta Karina ya.
Tips Menjadi Blogger Professional Ala Sitta Karina
1. Blogger harus bisa menentukan rate card sendiri
2. Concern terhadap traffic blog. Jika kita ingin traffic blog kita bagus, salah satunya mau tidak mau kita harus menerapkan tehnik SEO. Traffic itu manfaatnya bisa beragam; kita bisa pasang banner ads, selain itu juga bisa menentukan rate card yang tinggi.
3. Jika sudah memberikan rate card, usahakan selalu open negoisasi. Misalnya kita mengajukan ‘harga’, lalu langsung oke, lalu kerjaannya juga banyak, perlu dicurigai yah, bisa jadi ‘harga’ kita itu di bawah standard. Ada yang ngalamin kayak gitu? 😉
4. Perhatikan durasi pekerjaan. Berapa lama kita membuat 1 blogpost (misalnya terdiri dari 750 kata?Saya pakai standard google 750-1000 kata ya). Karena kita harus bisa tahu harga kita sendiri untuk menulis sebuah artikel berapa.
Cara perhitungan ala saya :
Misalkan saja saya mampu menulis sebuah artikel untuk durasi 2 jam dengan 350 kata (ini sudah termasuk membuat kerangka tulisan – outline sampai ending).
Samakan persepsi dulu, bahwa gaji = pengeluaran (20%) + pendapatan (80%), which is pendapatan adalah 4x dari pengeluaran. Betul tidak?
Lalu saya mengambil asumsi saya bekerja di coffee shop. Harga 1 cup coffee adalah anggap saja sekitar IDR 45ribu (asumsi saya minum + pastries). Ini harga sudah minimal banget. Kalaupun kerja di rumah, saya juga ambil patokan seperti itu, karena di rumah juga saya butuh makan dan minum. Cuma beda tempat aja 😊 Dan rata-rata orang lama di coffee shop biasanya sekitar 2 jam.
Lalu transportasi ke coffee shop, saya ambil rata-rata taksi online saja IDR 25ribu (perkara saya nantinya mau naik mobil sendiri atau naik ojek online itu beda cerita ya).
Total pengeluaran saya = Transportasi (IDR 25ribu) + Snacking (IDR 45ribu) = IDR 70ribu
Pendapatan = 4x pengeluaran, berarti 4x IDR 70ribu = IDR 280ribu (saya bulatkan menjadi IDR 300ribu)
Jadi kalau menulis artikel selama 2 jam dengan 350 kata di coffee shop adalah IDR 300ribu. Kalau misalnya saya diminta (ada job) yang mengharuskan minimal 750 kata, harganya tinggal menyesuaikan saja dengan diatas.
Harga perhitungan saya itu hanya benar-benar membuat artikel saja, bukan ditambah share di social media, atau juga biaya iklan).
Jadi ya bhay aja kalau ada yang menawarkan job content replacement yang harganya dibawah rate saya. Lebih baik membuat konten organic daripada membuat konten yang bisa menurunkan kredibilitas dan performance blog kita. Prinsip saya sih begitu. Tapi kalau ada yang berbeda, dan tidak setuju, sok monggo saja ya pakai pemahaman sendiri 😊
5. Online = Offline. Jika kita aktif di blog, sebaiknya sempatkan diri untuk tatap muka atau kopdar dengan teman-teman. Para readers atau teman-teman juga perlu tahu siapa pemilik blog yang kita kelola. Jaga hubungan baik dengan sesama. Karena jika kita punya perilaku tidak baik, cepat atau lambat akan ketahuan.
6. Menulislah bukan selagi kamu sempat, tapi sempatkanlah kamu menulis. Jika kamu punya waktu 2 jam untuk 1000 kata? Just do it. Atau, jika kamu punya waktu hanya 1 jam hanya mampu 200 kata? Just do it! Semua orang sibuk. Saya sibuk, kamu juga pasti punya kesibukan bukan? Ada yang sibuk ke kantor, sibuk ngurus anak, sibuk ngurus rumah, dsb. Kuncinya adalah disiplin diri sendiri. Dan bikin target ke diri sendiri, berapa lama kita menulis dan berapa jumlah kata. Sesibuk apapun, usahakan bisa menulis. Bisa meluangkan waktu kamu. Saat menulis, hindarkan obstacle-obstacle yang ada. Matikan notifikasi dan sound dari smartphone kita. Karena bisa mengganggu konsentrasi kita. Jauhkan dari pandangan kita.
7. Brand itu selalu suka dengan blogger yang memiliki ciri khas gaya bahasa sendiri, alias gak ikut-ikutan. Dan juga brand paling suka dengan blogger yang blognya selalu update.
8. Blogger ngalemin writer’s blocked? Wajar. Pasti semua blogger pernah mengalami itu. Kuncinya supaya gak terjadi writter’s blocked, ikhlas saja dengan keadaan, berdamai dengan emosi kita saat itu.
9. Usahakan menulis selalu menerapkan ilmu SEO, supaya tidak hanya berguna untuk brand, tapi juga posisi artikel kita di mata google. Jadi kembali lagi manfaatnya untuk diri kita sendiri.
10. Bingung menentukan gaya bahasa kita sendiri? Tips dari mba Sitta, teruslah menulis. Nanti kamu juga akan menemukan gaya bahasamu sendiri yang paling nyaman seperti apa. Tips yang paling simple, bagaimana kamu bercerita kepada oranglain, nah itulah gaya cerita kamu di blog.
11. Fokus meningkatkan traffic. Karena traffic ini bisa menjadi bargain atau nilai jual kita kepada google dan klien.
Testimoni
Jujur saja saya seneng banget bisa hadir di acara workshop HIIP Academy yang super padat konten seperti ini. Saat saya tahu email ini dilayangkan, langsung deh saya daftar tanpa berpikir panjang. Alhamdulillah suami juga support, dan mau bantu jaga anak-anak di rumah, selagi saya belajar disini 😚
Terima kasih ya HIIP. Ditunggu Academy #2 nya, saya yakin materinya juga gak kalah kerennya 😚
Ahhh finally selesai juga artikel yang panjang ini. Semoga kamu gak bosan ya membacanya.
Kalau ada yang mau ditanyakan, kalau ada yang masih bingung, kamu bisa langsung drop pertanyaan kamu di kolom komentar ya.
Semoga bermanfaat ☺️
Wah terima kasih nih Mbak tentang tipsnya. Memang menjadi blogger itu menyenangkan hihi
Mbak, yang Tips jadi blogger profesional nomer 4 (cara penghitungan saya) itu belum selesai nulisnya. Dan aku penasaran hehe… Kabari jika sudah diupdate yaa..
Sudah aku update ya Vin 🙂
Iya betul mba.