Supaya gak menuh-menuhin lemari aja sih.
Nah, saat bongkar-bongkar lemari itulah saya menemukan kenyataan, bahwa, baju menyusui saya minim banget euy! 😄 Jadi mikir, beli apa gak ya? Padahal sebelum puasa bilang ke suami, bahwa suami aja yang beli baju.
Beli baju saat lebaran bagi saya dan suami sudah bukan lagi suatu keharusan. Karena toh kami saat lebaran ketemu keluarganya juga ya yang tiap hari kami bertemu. Beda waktu dulu saya tinggal di rumah mama, jadi lebaran pertama and kedua, saya pasti keliling ke rumah saudara.
Kalau masih ada baju yang tahun-tahun sebelumnya, yang layak pakai, biasanya saya gak beli baju lagi. Kalaupun ke rumah saudara, ya pakainya baju yang unformal, gak yang berbahan chiffon atau banyak payetnya gituh yang kayak di mall. Dulu sebelum berhijab, ya kaos aja sama jeans, selesai 😁 kan mau ke rumah saudara, bukan ke kondangan 😁
Setelah berhijab, ya seperti ini aja. Atas model tunik, celana kulot, selesai 😊 Alhamdulillah saya ada atasan warna putih, dan ini juga belinya tahun lalu, waktu saya awal-awal berhijab 😊
Karena bagi saya warna-warna dasar hitam dan putih, itu kudu wajib kita miliki. Dan prinsip saya kalau lebaran hari pertama ya pakai baju bernuansa putih, kan biar seperti prinsip lebaran, kembali kepada yang hati yang fitri, putih bersih 😆 identiknya seperti itu.
Ini tunik kedua yang saya punya. Kalau yang pertama, gak ada bukaan depan, polosan aja gitu panjangnya sampai selutut. Kalau yang saya pakai dibawah ini, kancing depan, jadi bisa untuk menyusui.
Saya bukan tipe yang suka pakai baju model kaftan atau abaya gitu saat lebaran. Apalagi sekarang saya belum ketemu juga kaftan untuk menyusui 😁