Kelola Anggaran Makan Rumah Tangga Dengan Meal Planner

Kelola Anggaran Konsumsi Rumah Tangga

Ceritanya saya sedang membuat catatan pengeluaran bulanan, seperti biasa kegiatan ini saya lakukan di akhir bulan. Lalu saya compare antara masa normal, pandemi dan new normal. Ternyata pengeluarannya sungguh berbeda diantara ketiganya. Saat masa pandemi, karena saya banyak di rumah aja, hampir gak pernah makan diluar (resto). Gimana mau makan, lha wong semua mall and resto kan masih pada tutup ya. Tapi dengan begitu anggaran makan untuk keluarga jadi berhemat. Bedanya bisa sekitar 1.5-2juta lho. Kalau misalnya kegiatan ini dilakukan rutin, artinya kelebihan budget makanan, bisa kita alokasikan untuk hal lain. Istri yang baik bukan? ๐Ÿ˜Š

Dan secara tidak sadar, anggaran makanlah yang paling besar diantara anggaran lainnya.

Nah, karena apa yang saya lakukan berhasil, so kali ini saya mau share tips saya bagaimana berhemat tentang anggaran makan untuk keluarga

1. Beli barang hanya yang dibutuhkan

Kalau dulu saya berpikiran beli barang dalam jumlah banyak itu pasti lebih murah, tapi setelah saya cermati dan hitung ulang, gak selamanya beli barang dalam jumlah besar itu lebih murah. Jadi harus benar-benar dilihat dulu perbandingan harganya. Terkadang beli dalam jumlah kecil itu lebih murah lho. Terlebih lagi rumah saya kecil nan mungil, tidak banyak storage di rumah. Jadi saya sekarang belanja dalam jumlah kecil (sesuai kebutuhan saja) tiap bulannya.

2. Bawa catatan saat berbelanja

Kalau ke supermarket atau minimarket, wajib banget membawa catatan, karena kalau tidak, kita bisa belanja diluar yang kita butuhkan, apalagi kalau di supermaket suka ada promo buy 1 get 1 ๐Ÿ˜€

3. Buat menu makanan mingguan

Ada yang suka buat menu masakan secara mingguan, ada juga yang bulanan Kalau saya tipe yang lebih suka mingguan, upaya mudah untuk mengganti atau mengubahnya. Apalagi saya tipe orangnya suka tergoda untuk hal-hal lain misalnya, ada bahan makanan yang saya incar di tukang sayur, atau mood memasak yang tiba-tiba dadakan. Kalau mingguan lebih enak mengubahnya.

Ada satu aplikasi yang saat ini jadi andalan saya, yaitu aplikasi Meal Panner. Seperti gambar di bawah ini :

Aplikasi Meal Planner di smartphone saya

Sebenarnya sih aplikasi food planner banyak sih versi lainnya, tapi entah kenapa sampai saat ini saya masih nyaman memakai aplikasi ini.

Kenapa saya bilang pakai aplikasi food planner seperti ini cukup efektif?

  1. Kita jadi belanja sayur yang sesuai dengan menu makanan yang sudah kita susun. Tidak ada lagi sayuran yang tidak terpakai. Dengan begitu kulkas kita juga terhindari sayuran yang busuk atau rusak.
  2. Gak hanya bisa berhemat soal anggaran, tapi juga gizi keluarga kita juga jadi tercukupi dan terukur. Kita juga bisa memantau komposisi gizi mulai dari karbohidrat, protein, lemak dan juga buahnya.
  3. Gak ada lagi drama anak-anak bosan dengan menu makanan yang berulang.

4. Beli di tukang sayur atau pasar, bukan di supermarket

Sejak pandemi saya jadi keluar rumah, otomatis urusan belanja sayur saya selalu berbelanja di tukang sayur dekat rumah. Sudah saya hitung, budget untuk belanja sayur mayur keluarga selama sebulan kurang lebih adalah Rp. 500ribuan. Ini jauh lebih hemat ketika saya dulu sering belanja di supermarket. Urusan kualitas pastinya jauh ya. Kalau di supermarket pastinya lebih fresh. Nah, tipsnya supaya sayur mayur yang kita belanja juga masih fresh, belanjalah saat tukang sayur baru belanja dari pasar, jadi sayurannya benar-benar fresh from the oven. Belum layu, benar-benar masih fresh. Nah setelah belanja, segeralah untuk dibersihkan, dirapikan dan dimasukkan ke dalam kulkas, supaya kesegarannya tetap terjaga.

Kalau saya sih karena saya gak bisa belanja saat pagi hari (baca : tidak sempat), belanja sayur pasti selalu malam hari, karena tukang sayur dekat rumah belanjanya sore hari, jadi sayur mayur saat malam hari masih fresh, untuk saya konsumsi keesokan harinya.

Dengan sering memasak di rumah anggaran makan di rumah jadi lebih hemat. Tapi bukan berarti saya dan keluarga tidak pernah makan diluar rumah lagi ya. Ada, hanya saja tidak sesering dulu.

Nah itulah tips saya bagaimana cara mengelola anggaran belanja dan masak untuk kelaurga di rumah. Semoga bermanfaat ya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *