Kredit%2BPintar.jpg

Alhamdulillah Ada Dana Cepat Dari Kredit Pintar

Pejamkan mata kamu, coba bayangkan saat ini kamu sedang berada di rumah sakit, bau desinfektan yang menyengat terasa sampai ke hidung. Hari ini adalah hari minggu, dimana keluarga kamu yang sudah di rawat selama 7 hari sudah diijinkan pulang oleh dokter. Waktu checkout jam 2 siang, saat kamu melihat jam di smartphone, jam digital menunjukkan pukul 8 pagi, agar tidak buru-buru mendekati waktu checkout, setelah mendapatkan surat rekomendasi untuk pulang, kamu segera pamitan dengan keluarga untuk melunasi biaya rumah sakit. Sayangnya dari 2 lift yang ada, hanya ada 1 lift yang aktif. Karena masih pagi, kamu masuk ke lift yang kosong lalu menekan angka 3 ke bagian finance, sesampainya dilantai 3 langsung di sambut oleh security yang memberikan senyuman sekaligus nomor urut nomor 1 untuk bagian finance, langsung kamu mencari tempat duduk yang menurut kamu nyaman dan empuk. Sambil menunggu, kamu mulai membuka HP untuk cek pesan Whatsup, sesekali browse Instagram dan menonton Youtube. Sekitar 10 menit menunggu, akhirnya tiba nomor 1 untuk menuju ke kasir. Waktu masuk ke bagian finance, kamu dipersilahkan duduk, dan finance meminta surat rekomendasi untuk pulang, setelah menelpon ke bagian kamar untuk memastikan bahwa keluarga kamu sudah bisa pulang, pihak finance langsung printout bill ke kamu, saat menerima kamu langsung menerima dan melihat total tagihan sebesar 12 juta rupiah. Uang kas di ATM hanya ada 8 juta rupiah, sisanya bagaimana? Lalu kamu bertanya ke pihak finance “Jika tidak saya lunasi sekarang, apakah keluarga saya boleh pulang?“, pihak finance menjawab “Tidak bisa pak, keluarga bapak belum boleh pulang jika belum di lunasi, dan jika belum di lunasi maka total tagihan akan bertambah setiap hari“. Waduh….. kamu bertanya-tanya bagaimana caranya bisa mendapatkan uang 4jt dalam waktu 1 hari. Sekarang buka mata kamu dan kembali ke realita.

Pinjam Uang

Ada pepatah “Banyak jalan menuju Roma”, saya yakin pasti banyak ide-ide segar yang ada di kepala kamu, namun tidak semua bisa di sebut sebagai solusi, contoh yang simple, setiap orang memiliki smartphone, jadi bisa saja kamu menjual smartphone kamu. Namun untuk menjual, kamu tidak bisa langsung, karena kamu harus memindahkan data-data yang ada di smartphone ke smartphone lain, dengan kata lain kamu harus memiliki smartphone lain. Repot? Yah, coba bayangkan diri kamu yang sedang di rumah sakit harus keluar rumah sakit untuk mencari counter HP di mall untuk membeli lalu menjual smartphone kamu.

Solusi tercepat menurut saya adalah meminjam uang, kenapa? Karena kamu tidak akan kehilangan apapun, dan kamu bisa membayar uang itu secara berkala. Menurut saya itu adalah win-win solution.

1. Meminjam uang di Bank

Sudah menjadi rahasia umum setiap bank memiliki fasilitas Personal Loan, dimana kamu bisa meminjam uang tanpa jaminan apapun namun cara ini punya kelemahan, yaitu kamu harus gajian di bank tersebut. Jadi kalau kamu mau meminjam di bank ABC, namun kamu gajian di bank XYZ, kamu harus memindahkan transfer gajian kamu minimal selama 3-6 bulan ke bank ABC. Nah jika kamu mau meminjam di bank yang sama dengan proses gajian kamu, jika sudah di setujui oleh pihak bank yang biasanya butuh waktu 1-3 hari, kamu masih harus menunggu 1-14 hari uang cair ke rekening kamu.

2. Meminjam uang ke Teman atau Saudara

Meminjam uang ke teman dan saudara lebih cepat dan mudah dibanding pinjam uang di bank, namun tidak semua teman atau saudara mau meminjamkan uangnya ke kamu, walaupun kamu sudah menjelaskan keadaan dan alasan real dilapangan. Jadi persyaratannya adalah kamu harus memiliki teman atau saudara yang sangat dekat bahkan seperti keluarga kamu sendiri, dan pastinya memiliki uang untuk dipinjamkan, untuk nominal dibawah 1 juta mereka akan tutup mata, namun untuk nominal > 1 juta, biasanya mereka butuh jaminan kalau kamu akan melunasi utang, bisa berupa barang yang harganya sama atau yang tanpa jaminan yaitu nama baik kamu, jadi jika kamu tidak membayar sesuai dengan janji kamu, teman atau saudara kamu akan mencemarkan nama baik kamu dengan menceritakan bahwa kamu tidak bisa melunasi hutang.

3. Meminjam uang ke perusahaan Fintech

Fintech adalah singkatan dari Financial Technology, dimana perusahaan fintech ini berinovasi di bidang jasa keuangan dengan memberikan kemudahan akses kepada masyarakat secara luas terhadap produk keuangan yang membuat pengalaman transaksi perbankan kamu jadi lebih mudah, cepat dan aman. Enaknya untuk meminjam uang ke perusahaan fintech, kamu tidak perlu menunggu 1-14 hari dana untuk cair, tidak perlu pindah bank untuk gajian bahkan tidak perlu ada jaminan.

Dari pilihan di atas yang paling cepat dan mudah adalah mendapatkan dana
dari fintech, namun yang menjadi masalah adalah tidak semua fintech itu
legal sehingga terkadang merugikan kita sebagai customer. Namun kamu jangan takut, yang merugikan adalah fintech yang tidak legal

Jumlah akumulasi penyaluran pinjaman per-Februari 2020 – Doc: ojk.go.id

Tips Memilih Fintech Lending

Nah biar aman dan nyaman menggunakan Fintech Lending, dibawah ini adalah tips yang bisa kamu jadikan patokan saat memilih dan akhirnya memutuskan fintech sebagai solusi penyedia dana cepat.

1. Wajib terdaftar dan memiliki ijin di OJK

Per-Januari 2020 di OJK, terlisting 161 perusahaan fintech yang
terdaftar, namun hanya 25 perusahaan yang memiliki ijin, ibaratnya kamu
bawa kendaraan, sudah daftar di SAMSAT, namun belum punya ijin membawa
kendaraan di jalan raya, jadi pastikan perusahaan fintech yang kamu
pilih selain terdaftar, juga memiliki ijin. Kamu bisa melihat list perusahaan fintech di situs OJK.

Pilih file “Perkembangan Fintech Lending Periode Januari 2020.PDF” untuk melihat list fintech yang terdaftar dan memiliki ijin – Doc: ojk.go.id

OJK singkatan dari Otoritas Jasa Keuangan, adalah lembaga Negara yang dibentuk
berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi
menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi
terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

2. Bunga transparan dan tak ada biaya tersembunyi

Pejamkan mata kamu kembali, bayangkan kamu sedang searching di Google Play aplikasi fintech lending, lalu setelah mendownload aplikasi fintech kamu langsung register, lalu meminjam 4 juta, tidak butuh waktu lama, dari aplikasi ternyata hanya 5 menit validasi selesai, dan 1 jam kemudian dana yang kamu butuhkan langsung cair, kamu berfikir sangat senang sekali dan langsung menggunakan dana yang sudah cair tersebut. Lewat 1 bulan, ternyata tiba saatnya kamu membayar cicilan pertama, tapi kamu baru sadar bahwa cicilan pertama sangat besar dan waktu kamu hitung dalam sebulan bunga yang kamu bayarkan mencapai lebih dari 30%, dan tidak hanya itu waktu kamu membuka aplikasi dan total yang harus kamu bayarkan ternyata tidak hanya cicilan namun ada biaya lain yaitu biaya lain-lain dan tidak ada informasi apa-apa waktu melakukan pinjaman dari aplikasi. Buka kembali mata kamu, coba bayangkan bagaimana perasaan kamu setelah mengalami hal-hal itu?

Hal diatas adalah kenyataan dan sudah terjadi di beberapa fintech, sehingga OJK sampai memblokir 635 fintech dan menutup 231 fintech yang nakal. Normalnya bunga fintech tidak terlalu jauh dari bunga bank konvensional, sebulan dikisaran 6-10%, lebih dari itu lebih baik hindari, karena itu kamu wajib aware berapa bunga perbulan dari pinjaman kamu.

Perhitungan sederhana cicilan bulanan – Doc: Pribadi

Contohnya seperti kebutuhan kita di awal cerita, kita mau melunasi hutang di rumah sakit sebesar 4 juta rupiah, dimana fintech lending memberikan bunga flat 10% per-tahun, bisa di dapatkan bunga selama 1 tahun adalah 400 ribu rupiah, bunga selama 1 tahun (12 bulan) tinggal dibagi 12 menjadi 33.333/bulan, jadi bisa di simpulkan dalam 1 bulan, bunga pinjaman kamu 33.333 rupiah dan cicilan perbulan adalah 366.667

Bunga dari Fintech Lending tidak jauh beda dengan bank tradisional, jadi jika sampai ada yang memberikan/menawarkan bunga jauh diatas bunga bank, segera hindari

3. Jaminan tidak akan menjual data pribadi ke pihak ketiga

Di bank tradisional, biasanya adalah perusahaan tempat kami bekerja sekarang, mulai dari kepastian bekerja dan status permanen minimal 1 tahun, pembayaran payroll di bank tersebut sampai laporan pinjaman yang bersih dari OJK. Namun untuk fintech, karena proses pendaftaran menggunakan Android, maka data-data contact yang ada di smartphone kamu yang menjadi jaminan. Jadi waktu kamu menginstall lalu mulai registrasi, nanti dari aplikasi fintech akan meminta untuk di Allow mengcopy semua contact number yang ada di smartphone kamu, dengan alasan, data itu akan menjadi pegangan bagi fintech, jika nanti kamu tidak bisa melakukan pembayaran atau pelunasan.

Coba bayangkan, saat kamu kelupaan membayar atau bahkan baru bisa membayar 5-10 hari kemudian, tidak hanya bunga pinjaman kamu bertambah, namun beberapa fintech lending mulai men-teror kamu untuk segera melakukan pembayaran atau setelah 1 bulan belum melakukan pembayaran, debt collector akan melakukan intimidasi ke nomor contact yang ada di smartphone kamu. Karena itu saya menyarankan untuk memilih fintech lending yang legal.

Kenapa saya pilih Kredit Pintar ?

Setelah membaca 3 tips di atas, apakah kamu masih berfikir bingung dan ragu dalam memilih fintech? Kalau hanya berpatokan 3 tips itu saya, jujur saya pribadi masih bingung. Kamu pasti bertanya “Loh kok yang nulis tips diatas aja bingung, apalagi kami sebagai pembaca?“. Hal itu karena fintech yang dipilih masih terlalu banyak, untuk mempermudah memilih fintech, saya melakukan beberapa analisa sehingga mendapatkan Fintech Lending Kredit Pintar sebagai pilihan. Darimana hasil analisa saya?

1. Tercatat sebagai Fintech Terdaftar dan Berijin di OJK

Berdasarkan peraturan OJK No. 77 tahun 2016 terlisting 161
fintech, karena terlalu banyak, saya filter untuk yang terdaftar
sekaligus berijin, jadi hanya 25 fintech saja yang bisa di pilih. Untuk
Kredit Pintar sudah ter-registrasi di OJK dengan nomor S-258/NB.213.2018, dan sudah memiliki ijin juga di OJK dengan Surat Nomor Keputusan Izin Usaha KEP -83/D.05/2019 tanggal 30 September 2019. Jadi legal di mata OJK.

Listing fintech terdaftar/berizin OJK – Doc: ojk.go.id

2. Ter-Verifikasi oleh AFPI

Selain OJK sebagai lembaga resmi pengawas keuangan negara, saya juga melihat kredibel di asosiasi. Fintech memiliki AFPI, singkatan dari Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia. Di website AFPI, kamu bisa melihat kapan ter-registrasi oleh OJK, kapan perusahaan berdiri, siapa CEO-nya, apa saja penghargaan yang diraih, lokasi kantornya dimana sampai event-event yang dilakukan oleh fintech. Kalau saya pribadi lebih percaya dengan fintech yang berdiri minimal 2-3 tahun, karena itu menentukan bagaimana maturenya sebuah perusahaan fintech lending.

3. Kemudahan dalam melakukan pembayaran

Saya jadi ingat waktu dulu melakukan kredit kendaraan di salah satu perusahaan multifinance dimana waktu melakukan pembayaran harus datang langsung ke kantor cabang atau kantor pos, padahal multifinance lain sudah memiliki cara pembayaran melalui transfer bank. Bayangkan untuk melakukan pembayaran cicilan, kamu harus datang, parkir kendaraan, mengantri di loket pembayaran, dan itu kamu lakukan selama kamu menyicil, repot? Wah repot dan buang-buang waktu.

Salah satu alasan saya memilih Kredit Pintar yaitu karena pembayaran bisa dilakukan dengan berbagai macam cara pembayaran, seperti ATM, Mobile Banking, Alfa Mart, Alfa Midi dan yang terpenting Internet Banking, sehingga memudahkan saya untuk melakukan pembayaran.

Opsi pembayaran kredit pintar – Doc: kreditpintar.com

4. Punya Kantor Yang Jelas

Setelah di validasi oleh OJK, kita sebagai calon peminjam juga wajib mengetahui lokasi kantor fintech yang akan kita gunakan. Dengan di tampilkan secara jelas lokasi alamatnya (bukan virtual office), nomor telpon 24 jam dan email sesuai domain. Karena beberapa fintech menggunakan virtual office dan bahkan tidak memiliki hotline 24 jam.

5. Rule yang jelas

Tidak semua fintech lending memberikan rule yang jelas, jadi beberapa fintech hanya memberikan kemudahan untuk meminjam uang, namun Kredit Pintar di halaman utama web sudah memberikan rule yang jelas dan untuk detailnya kamu bisa melihat di Terms and Conditions.

Meminjam uang di Fintech buat saya adalah sebuah solusi yang cepat, saat kita sedang butuh dana darurat dimana kamu tidak punya saudara atau teman yang bisa menjaga rahasia jika kamu meminjam uang. Kamu tidak usah kawatir jika meminjam uang di Fintech akan sulit dan lama, karena berbeda dengan bank konvensional yang butuh waktu lama dan persyaratan yang menyulitkan, karena hanya dengan berbekal Smartphone dan KTP kamu sudah meminjam uanh di Fintech. Dan untuk menentukan Fintech yang mana yang akan kamu pilih, kamu bisa membaca kiat dan tips saya di atas. Dari hasil analisa dan pertimbangan yang matang, saya memilih Kredit Pintar sebagai solusi kebutuhan dana saja.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *